Arsip untuk ‘buku saya’ Kategori

Purna sudah Enigma, tentang Kisah Cinta dan Sesuatu yang Tak Terjelaskan! Entahlah, sepertinya tak sering saya menulis dengan energi yang penuh. Seingat saya dari 28 buku yang sudah saya tulis hanya ada 2 buku yang saya tulis dengan perasaan seperti itu, Begitu meluap-luap, dan selalu menatanya dalam keadaan diam sekali pun. Buku itu Samurai Cahaya [...]

Akhirnya bertepatan dengan hari pertama puasa, selesai juga naskah ini. Fuiiih, leganyaaaa… Saat memutuskan untuk menulis novel tentang perempuan korban dari jugun ianfu, rasanya saya memutuskan untuk melakukan sesuatu langkah berani. Saya telah menulis lebih dari 27 buku sebelumnya, dan sebagian besar adalah novel yang selalu mengambil tokoh lelaki dalam sudut penceritaan saya. Memang sekali-dua [...]

Akhirnya setelah cukup lama menunggu buku terjemahan saya Mata Air Air Mata Kumari terbit juga. Saat ini sudah dalam proses cetak digital. minggu depan insyaallah sudah bisa jadi. sengaja dicetak terbatas, karena tentu saya tahu, tak banyak yang akan mencari buku ini… ;P

Sebuah kisah lanjutan dari cerpen Kofa, dan Kisah sebelum novel Perjalanan Menuju Cahaya Rasanya lega sekali saat naskah yang telah terkonsep sekian lama akhirnya dapat juga diselesaikan. Simpul-simpul yang mulai saya rancang sejak tahun 2007, dan sempat tak tahu akan diikatkan kemana, akhirnya bertemu satu demi satu.  Terangkai seakan-akan tercipta begitu saja. Ini benar-benar menyenangkan. [...]

menerbitkan kumpulan cerpen di masa sekarang? sepertinya itu bukan sesuatu yang baik. pasar lesu untuk kumcer. kumcer2 dari sastrawan2 top pun banyak yang tak laku, dan akhirnya diobral. namun tulisan2 di koran memang harus tetap dibukukan. koran terlalu cepat berlalu. saya sendiri sudah sejak lama berencana membuat kumcer. saya hitung2 cerpen2 dewasa saya yang pernah [...]

merupakan buku kumcer dewasa pertama saya. berisi kisah-kisah paling saya sukai yang sudah pernah saya tulis. dan hampir semuanya sudah pernah dipublikasikan di media…

buku ke25…

Posted: Juli 24, 2010 in buku saya

sampai pertengahan tahun 2010 ini belum ada satu buku pun yang saya terbitkan, selain terjemahan naskah YouTube, success story saya ke bahasa Malaysia. untungnya dalam minggu ini mungkin akan terbit 1 lagi buku saya. ini buku ke25… Gokil Backpacker. Sebenernya sudah jadi lama. sekitar bulan februari. beberapa cerita bahkan sempet saya posting di catatan fb. [...]

rasanya kaget juga ketika menerima paket, yang sudah bisa kita tebak isinya buku, namun tak tahu buku apa. ini yang terjadi waktu saya menerima paket buku Youtube Success Story (B-First – Grup Bentang)  dalam edisi Malaysia sebanyak 4 eks. judulnya diganti menjadi DI SEBALIK TABIR YOUTUBE. saya gak tahu bagaimana proses penerbitannya. uang pembelian hak [...]

Gokil van Ngekos

Posted: Januari 3, 2010 in buku saya
Tag:, , ,

Buku ke24 saya akhirnya terbit di penghujung tahun 2009. alhamdulillah. ini termasuk naskah paling lama yang saya tunggu. mungkin sekitar 11 bulan dari pertama kali saya kirimkan seblulan setelah Kuch kuch Lebai Hai terbit. Konsep awal buku ini adalah lanjutan dari Asoi Geboi Bohai. Waktu saya kirim dengan judul : Asoi Lebai Lagai, sengaja dengan [...]

Untung Ada Yudhi

Posted: November 27, 2009 in buku saya
Tag:, , ,

Ini bukuku ke23 buku komediku ke3 (harusnya ke4 ding) begitu ngeliat covernya saya langsung wakakakak sendiri… dulu buku ini dijudulkan oleh penerbitnya Bentang : ‘BUDIO NO, BUDI ANDUK YES’. dan direncanakan akan terbit sebelum pemilu. tapi ternyata gak ngejer waktunya. makanya terus buku ini mengendap lamaaaaaa juga. baru kemudian dapet ide kayak gini! hehehe sebagai [...]

Pemilihan Pandaya Sriwijaya seharusnya telah usai. Namun, kehadiran seorang gadis bercadar dengan rajah kupu-kupu di pipinya membuat keputusan Dapunta Cahyadawasuna berubah. Gadis itu tak kalah hebatnya dengan pandaya terpilih, seorang pemuda dengan tiga pedang. Pertempuran keduanya, dengan jurus-jurus kejutan yang begitu dahsyat, seakan tak akan pernah berakhir. Berbeda dari tradisi sebelumnya, Sriwijaya kini memiliki dua [...]

Sungguh, pernah kuceritakan pada kalian, sebuah kisah tentang sosok bermata iblis. Sosok yang selalu menaburkan ketakutan, kengerian, bahkan kematian, bagi siapapun yang melihatnya… Sosok yang cara matinya sungguh yang tak biasa… Sosok yang kesetiaannya tak pernah bisa terukur… Dan ini adalah kisah, setelah kematian dirinya…

“Nanti, bila tiba waktunya, pandanglah langit saat malam tercerah… Kau akan temukan satu cahaya, yang paling berkilau diantara cahaya yang lain… Mungkin itu adalah cahaya milikmu, arah perjalananmu… “

  akhirnya buku ini beredar. dengan memakai salah satu divisi penerbit Mizan, B First. saya sebenernya sudah melihatnya sejak seminggu yang lalu. namun sampai hari ini ternyata saya belum menerima bukunya. ah, malangnya nasib saya. jadi saya terpaksa melihat2 di gramed dulu, sambil berharap sabtu besok buku itu datang, bersama buku kuch kuch lebai hai… [...]

      “Dari mata seekor garuda, Indonesia punya air yang cukup, sungai kaya ikan, langit penuh dengan hujan, namun kini petani tak mampu mengairi ladangnya, keluarga tak mampu membeli air bersih untuk diminum, dan orang-orang tak bisa lagi tersenyum karena beban hidup mereka. Saya Yudhi H. menyampaikan pesan penting untuk Indonesia, rakyat haus suatu [...]