Entah bagaimanapun, saya menyukai kedua buku ini. Lama Fa adalah buku dengan endapan ide terlama di otak saya. Awalnya naskah ini akan saya kirim dalam perlombaan dkj, namun saya terlambat. sehingga ketika ada sayembara femina saya mengirimkan naskah ini. Tentunya setelah melakukan perubahan disana-sini.

Sungguh, lama fa adalah novel dengan tingkat survey yang tinggi. Saya beruntung pernah tinggal di nusa tenggara timur, sehingga aura settingnya, sudah saya dapatkan.

Naskah ini akhirnya menjadi pemenang ke3 sayembara itu (juara 1 dsan 2 dinyatakan tak ada). Penerbit Sheila – Andi kemudian memintanya untuk diterbitkan. Namun karena terlalu tipis (hanya 50 halaman sesuai syarat sayembara femina yang maksimal 50 halaman), akhirnya saya harus menambah 1 novelet lagi. Lalu saya kirimkan Ekspedisi Buki Kaja, yang sampai 86 halaman.

Ekspedisi Buki Kaja sendiri merupakan novel yang cukup menghibur. Bukan yang terbaik dari saya, namun saya suka alurnya. Saya terpengaruh novel Congo dari Michael Chrichton ketika membuatnya. Dengan nuansa lokal di nusa tenggara timur, saya buat novel petualangan – thriller ini.
Namun saat proses ke depan, ada perubahan dari penerbit Sheila. Dua novelette itu ternyata dipisahkan, dan menjadi buku sendiri-sendiri. Saya ok-ok saja ketika itu.
Hanya ketika jadi, saya merasa lama fa terlalu tipis. Hanya 86 halaman jadi.

Selain itu saya juga merasa cover kedua buku ini kurang maksimal. Entah, penerbit Sheila hendak membidik pangsa pasar yang mana, tapi dengan cover lukisan realis seperti ini, saya pikir akan sangat sulit untuk meraih pembaca remaja dan pembaca sastra.
Padahal buku lama fa, cukup dibahas dibeberapa situs sastra yang ada. Bahkan di salah satu blog yang saya baca buku ini cukup direkomendasikan untuk umum, karena walaupun berseting kuat dan detail, namun bahasa yang saya tulis cukup ringan…                                                                               Di bukukita.com pun buku ini sudah di-ebook-kan dengan harga Rp. 12.500. Saya gak tahu ini illegal atau tidak. Saya senang-senang saja ketika buku saya dapat diakses semua orang…
Review juga ada di majalah Hai bulan Juli lalu. Dari pujian panjang yang diberikan mereka, dan hanya 1 kalimat pendek yang mengkritik buku ini (katanya tema yang ditawarkan terlalu sederhana), majalah Hai hanya memberi nilai 5 untuk 10 nilai yang disediakan. Saya hanya bisa tertawa pahit. Tak bisa menolak, karena ini memanglah hanya sekedar novelette.

Saya cuma berharap buku ini dapat diterima…

*****

Iklan