sebenernya ini moment yang ditunggu2 lho. pertama kalinya buku saya difilmkan. rasanya seneng banget. setelah penundaan 3 kali, akhirnya ftv ditayangkan juga…

awalnya cukup seru. akting pemain oke. fauzy baadilah bagus banget, para preman juga oke. cuma ternyata banyak banget yang ditambah. pak tua penjual abu, itu sebenernya gak ada di novel. tapi penambahan di ftv masih bisa saya diterima. begitu juga saat ia mulai sadar shalat. tetap bisa diterima, walau agak terlalu berpanjang2 menurut saya. apalagi kematian majja harusnya bukan karena jatuh dari arena panjat tebing, tapi karena balapan motor liar… tapi saya masih bisa menerima…

yang lebih membuat kecewa adalah, dalam buku, adegan masa kini selalu dipadu dengan flashback, tapi ini gak terlihat dalam ftv. flashback ada, tapi porsinya terlalu sedikit. seharusnya disinilah permainan kisah kani-wajja-majja. saya makin kecewa ketika ftv tidak mendramatisir saat wajja ditusuk Da’a. harusnya inilah momen paling emosional. kalau tiba2, ia sudah ditemukan terbaring sembuh, bener2 mengagetkan dan bakal bikin orang mikir, “LHO?”

btw, walau dengan begitu banyak kekurangan, saya tetap cukup senang menikmatinya. setidaknya ini pengalaman baru juga buat saya.

tx, buat temen2 yang sudah nonton yaaaa

Iklan