Karena sebelumnya gak menyangka kalau buku Kuch kuch Lebai Hai bakalan di baca temen-temen seangkatan saya, maka beberapa kejadian saya hilangkan karena terasa terlalu biasa buat umum. Namun kejadian-kejadian itu sebenernya cukup heboh dan membekas di angkatan saya.

Diantara kejadian-kejadian itu adalah :

 

1. Ole Ole Misteri

Sebenarnya hukuman paling melegenda di angkatan kami adalah hukuman Ole-Ole.

Alkisah di hari kedua Ospek, kami tengah setres-setresnya menghadapi senior yang over acting dan selalu minta perhatian. Di papan tulis ditulis besar-besar tulisan basi seperti ini:

 

Peraturan Ospek :

  1. Senior gak mungkin salah!

  2. Kalau senior salah, lihat pasal 1.

 

Dalam hati saya membatin.

Peraturan Ospek bisa dibalik begini :

  1. Junior selalu salah

  2. Bila junior benar, lihat pasal 1.

 

Hehe!

Dan di saat bentak-bentakan dimulai, kata yang paling diteriakin oleh senior adalah :

TUNDUUUUUK!” seorang senior bekoar lagi dengan wajah beringas.

Kalo sudah denger teriakan begini, kami langsung nunduk. Yang gak terlalu nunduk, langsung diteken kepalanya agar lebih nunduk. Tetep gak bisa lebih nunduk? Diinjek kepalanya supaya bisa!

Untungnya, saya yang pernah ikut senam, senam eskaje maksudnya, bisa nunduk dengan sempurna. Idung saya bisa sampe nyium perut. Turun dikit bisa nyium udel. Udel temen saya, maksudnya!

Nah, ditengah nunduk dalam-dalam itulah, tiba-tiba terdengar seorang temen kena hukuman. Ia disuruh berteriak-teriak : Oleee ole ole oleeee, sambil memutari seluruh ruangan.

Saya menebak, pasti dia dihukum karena ada hubungannya sama bola. Entah karena datengnya telat berhubung semalem nonton bola, atau wajahnya yang kayak bola!

Waktu temen saya itu gak teriak kenceng, senior langsung ngebentak : “LEBIH KENCEEENG!”

Temen saya pun langsung ber-ole-ole lebih kenceng.

Karena masih belum saling kenal, saya gak tahu siapa temen saya yang begitu menderita itu. Sebenernya saya pengen banget ngelirik, tapi setiap baru mau memutar mata, senior langsung ngebentak saya : “NGAPAIN NGELIRIK-LIRIK? NAKSIR YA SAMA TEMENMU?”

Weeekz, nuduhnya bego amat!

Tapi sebenernya dalam hati saya kasian banget. Bayangin temen saya itu muter-muter sambil ber-ole-ole hampir sepanjang waktu senior galak ada di ruangan ini. Saya bisa bayangin kerongkongannya pasti sakit, atau jangan-jangan dia bakalan mengalami trauma fisik dengan semua hal berbau bola!

Namun setelah hukuman ini berlangsung, sosok teman saya penerima hukuman itu gak pernah diketahui siapa gerangan. Makanya waktu istirahat, kami jadi bertanya-tanya.

Sapa sih yang tadi sial amat?” seorang temen bertanya.

Tapi gak ada yang pernah tahu jawabannya.

Sampai ospek selesai, temen saya yang terkena hukuman ole-ole itu, benar-benar tak pernah diketahui siapa rimbanya. Kami cuma bisa saling nuduh.

Pasti kamu!”

Kamu!”

Kamyuuuu!”

Tapi gak pernah ada yang benar-benar bisa menebak. Ini seperti sebuah misteri yang tak terpecahkan!

Mungkin akan terus begitu bila gak ada kejadian pertandingan bola antar fakultas. Waktu itu derby-nya team kami Arsitek 95 melawan team Sipil, angkatannya saya lupa. Waktu itu saya kebagian tugas sebagai… pembeli semangka! Sialan!

Tapi demi angkatan saya, saya rela, rela banget hikz, jangankan beli semangka yang deket, beli Semangka Bangkok di Bangkok juga mau!

Nah saat pertandingan berlangsung itulah, kai yang gak main menjadi cheerleader dadakan. Karena cewe-cewe angkatan kami hanya beberapa gelintir yang dateng, posisinya segera digantikan oleh kami yang cowo.

Nah, saat lagi bersorak-sorak itulah, ada seorang temen yang aslinya pendiem banget dan dipanggil Unyil, tiba-tiba berdiri di antara kami yang menonton d tepi lapangan. Tiba-tiba dia sudah teriak : oleeee ole ole oleeee…

Seketika, kami semua langsung kaget!

Suara ini? Sumpah suara ini sepertinya begitu kami kenal… Begitu akrab…Seperti suara waktu Ospek itu…

Haha, ternyata setelah dipaksa ngaku, pakai diancam adegan ditelanjangi segala, Unyil mau juga mengaku kalo dialah orang yang kami cari selama ini…

Haha, ternyata selama ini dia menyimpan identitasnya gara-gara hukuman ole-ole itu!

 

2. Rara, cewe paling pemberani di angkatan saya

Rekor di angkatan kami yang paling sering digelandang senior ke depan adalah : Handar. Dia adalah ketua angkatan kami. Orangnya tegas, dan berani. Maklum dari Palembang.

Kayaknya konsep : dengan ospek menjadi cowo gentle, adalah dari buah pikirannya. Jadi kalo ada tugas yang agak-agak berat. Dan barang2 yang didapat terbatas. Barang-barang itu diserahkan ke cewe-cewe dulu, ntar baru kemudian cowo-cowo yang menanggung hukumannya.

Seperti waktu kami gak bisa menemukan salah satu barang pesanan senior. Saya agak lupa apa barangnya. Tapi kalo gak salah : bolpen yang bisa dipake ngupil.

Ini bukan sembarang bolpen, tapi diujungnya seperti ada bulu-bulunya, jadi kalo masuk di idung enak banget. sekorek-korek beberapa kali aja bisa dapet upil 1 kilo.

Saat itu Handar langsung menyuruh cowo-cowo menyerahkan bolpennya pada cewe-cewe. Termasuk saya, yang dengan berat hati memberikannya.

Alhasil saat senior galak datang, kami pun langsung digelandang. Disuruh push up. Nah, saya baru tahu disinilah keuntungan orang berperut gendut, saat temen-temen yang lain kesusahan push up, saya gampang aja. Ternyata perut saya bisa membantu menopang tangan saya. Tinggal ambil napas dan buang napas, badan sudah bisa naik turun sendiri. Alhasil tangan jadi gak kepake. Jadi bisa buat nyisir sambil baca-baca!

Maka itulah angkatan kami terus-terusan kena hukum. Disaat genting-gentingnya begini, biasanya senior meminta salah satu dari kami untuk angkat bicara. Bisa bicara apa aja. Awalnya yang selalu maju itu ya Handar. Tapi karena keseringan, senior lama-lama kesel juga.

Kamu lagi! Kamu lagi!”

Sanah, pipis dulu aja! Pipis di gedung sipil!”

Hehe, itu sebenernya pengusiran secara halus. Wong gedung sipil itu jauh banget kog. Ngelewatin 2 gedung, 3 buah tanah lapang, 4 buah tempat parkir, 5 toilet, dan 6 monas!

Saat itulah seorang temen cewe yang namanya Rara, maju ke depan menggantikan Handar. Walo selalu nangis Bombay, Rara bakalan tetep maju ke depan di antara bentakan para senior. Dia bakalan bicara diantara tangisannya untuk terus memotivasi kami, sambil berteriak kencang, ”Temen-temen… hikz… kita… hikz… harus… hikz… kompaaaak, huwaaaaaaa…” dia nangis lagi.

Tapi sungguh, gara-gara Rara itulah kami jadi bergelora. Bergelora buat… huwaaaaa…

Hehe, gak ding!

Bergelora buat kompak. Makanya waktu Rara teriak : “Hidup angkatan sembilan limaaaa!”

Temen-temen saya langsung bergemuruh menyambutnya, gak ketinggalan saya dan Dano, yang selalu duduk disebelah saya. Kami bersama-sama langsung bangkit berdiri dan mengepalkan tangan ke atas sambil teriak, “HIDUUUUP!”

Niscaya kami langsung digelandang. Saya yang duduk paling belakang, langsung dicangking ke belakang.

Apanya yang hidup, heh?” tanya senior dengan tampang sangaaarz.

Saya ngeper lagi, “Saya, Mas, yang idup, nih, masih napas…”

Hehe…

 

3. Mandi Laylay, Senior Paling Tengil

Diantara para senior yang nyebelin ada 1 yang paliiiiiing nyebelin. Namanya Mandi laylay.

Dia sebenernya masih menjadi panitia karena Cuma 1 angkatan di atas kami. Tapi gayanya bener-bener nyebelin.

Anaknya kecil, item dan berambut ikal. Dan paling nyebelin kalo lagi megang mike di depan kami. Dia bakalan diem dulu beberapa saat, sambil menyapu pandangannya ke arah kami dengan tatapan sok di-cool-cool-in. Sumpah, gayanya mirip kayak Michael Jackson. Jacko kan kalo muncul di panggung diem dulu sampe 15 menit, menunggu teriakan histeris penontonnya mereda.

Tapi kalo Mandi Laylay yang ini? Diem begitu, jadi bawaannya pengen ngelempar kursi.

Adik-adik yang kami sayangi,” ujarnya sok berwibawa. Suaranya dibas-basin, nadanya dibikin agak lambat dan dagunya diangkat tinggi-tinggi. “Kami kecewa dengan adik-adik yang… bla bla bla… wes ewes ewes bablas angine…”

Awalnya yang saya kira, saya aja yang sirik sama tingkahnya. Tapi ternyata gak. Waktu istirahat makan, hampir semua temen ternyata sebel.

Ngeliat dia, ngingetin saya sama maling! Pengen nggebukin aja!” ujar Yanto suatu kali dengan sadis.

Kalo saya ngingetin sama pantat! Pengen nendaaaaaang mulu bawaannya!” ujar seorang temen lainnya.

Sampai akhirnya Ospek selesai, kami pun melakukan pemilihan panitia ter. Panitia memberi selembar kertas untuk kami isi. Kategorinya ada beberapa macam. Mulai dari panitia tergalak, panitia terbaik, panitia tercakep, panitia dengan pakaian renang terseksi, panitia dengan ukuran dada terindah, hehe…

Nah, anehnya waktu pemilihan itu ada juga temen saya yang memilih Mandi Laylay sebagai panitia terwibawa.

Sialan, ini maksudnya nyindir apa gak ya?

 

 

ditulis untuk nostalgia oleh : Yudhi H.

Kisah ini kalau memungkinkan

akan muncul di buku kuch kuch selanjutnya… amin

Iklan