Pertama kali melihat file cover novel ke22 ini, saya langsung jatuh cinta. keeerenz. walo beberapa temen komentar katanya gak matching sama sriwijaya. malah ada yang bilang berbau korea. tapi, saya suka. jadi gak perlu terlalu ditanggepin, hehe…

harganya yang 53 rebu pun saya pikir gak mahal2 amat. walau layout dalamnya terasa padat. beberapa kalimat yang seharusnya dipisahkan sebuah baris kosong, disatukan begitu saja. tapi demi harga yang ekonomis, ini jadi gak masalah…

cuma ada yang beda dari naskah aslinya. pihak penerbit memakai catatan kaki. padahal saya paling sebel dengan buku2 penuh catatan kaki. ribet. namun itu bisa diterima. yang jadi masalah beberapa narasi terlupa di beri catatan kaki. misalnya :

1. deskripsi sambau sriwijaya. walau terkesan fiksi tapi deskripsi itu saya ambil dari mengamati pahatan di candi borobudur tentang perahu yang digunakan sriwijaya.

2. beberapa prasasti yang saya ambil semua teksnya juga tak disebutkan nama prasastinya.

3. beberapa narasi tentang meditasi pun tak ada catatan kakinya, sehingga terkesan itu fiksi. padahal semuanya saya petik dari buku ajaran budha dan zen…

ya saya rasa itu saja yang masih mengganjal. namun secara keseluruhan buku ini oke…

dan saya senang…

Iklan