Judul: Perjalanan Menuju Cahaya
Penulis: Yudhi Herwibowo
Penyunting: Benedhicta Rini W
Penerbit: Sheila (sebuah imprint dari Penerbit Andi)
Tebal: viii + 200 hlm; 13 x 19 cm
Terbit: Cetakan 1, 2008

Perjalanan Menuju Cahaya karya Yudhi Herwibowo, adalah pemenang ketiga Sayembara Novel Inspirasi Penerbit Andi Yogyakarta 2005. Bagi Yudhi, novel ini merupakan karya yang istimewa karena sengaja ia tulis untuk mengenang tempatnya menghabiskan masa remaja, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebelumnya, Yudhi yang dulu menulis buku komputer dan internet, telah menulis novel-novel seperti Lama Fa yang memenangkan Sayembara Femina 2005, Ekspedisi Bukit Kaja dan Menuju Rumah Cinta-Mu. Menggunakan pseudonim Hikozza, Yudhi telah menerbitkan Seven Samurai dan Samurai Cahaya (bukuKatta).

Selain karya sebelumnya, seperti pengakuan Yudhi, untuk novelnya yang ke-21 ini, beberapa karya telah menyumbang inspirasi. Misalnya film Big Fish (yang dibuat berdasarkan novel Daniel Wallace berjudul sama), komik Deni Manusia Ikan (yang dulu pernah mengisi halaman majalah anak-anak), Stardust (film yang didasarkan atas novel Neil Gaiman), The People You Meet in Heaven (novel Mitch Albom), dan manga dari Urasawa Naoki, 20th Century Boys.

Yudhi pun menciptakan karakter Duara Dhetan, seorang lelaki yang hidup dalam kenangan kisah-kisah luar biasa kakeknya, Morabius Dhetan (Opa Mora). Walau kisah-kisah sang kakek disangsikan banyak orang, termasuk ayah Duara –yang adalah anak Opa Mora, kisah-kisah itu terus terbawa hingga Duara dewasa. Bahkan timbul keinginan dalam dirinya untuk membuktikan jika kisah-kisah Opa Mora bukan sekadar dongeng pengantar tidur atau bualan kosong. Keinginan itu menguat setelah ia dipecat dari pekerjaan dan kabar meninggalnya Opa Mora di Ende (Flores) sampai kepadanya.

Setelah pemakaman, Duara memutuskan menapak tilas perjalanan yang dilakukan Opa Mora. Mencari kebenaran tentang sebuah tempat yang pernah menjadi menjadi wilayah terindah di Nusa Tenggara. Seorang lama fa (pemburu ikan paus) yang lebih suka bermain-main dengan paus ketimbang memangsa hewan-hewan laut itu. Manusia ikan yang tinggal di sebuah teluk yang indah. Sirkus yang tidak bisa disaksikan sembarang orang. Pohon yang bisa mengabulkan permintaan hujan. Ke dalam perjalanan ini, Duara menambahkan sebuah tujuan yang menghilang dari kisah-kisah kakeknya. Sebuah tempat yang nyaris pudar setelah dilanda tragedi, tetapi menyimpan seorang perempuan yang mengesankan.

Perjalanan Duara tidak hanya menjadi perjalanan mengulang kenangan kakeknya, namun juga menjadi perjalanan mengenal lebih jauh sosok kakeknya. Sebab, dalam perjalanan ini, Duara jadi kian mengenal sosok  Opa Mora termasuk sebuah rahasia indah yang dibawanya mati. Pada salah satu titik di perjalanan, Duara sadar akan menyimpan rahasia yang mirip dalam kehidupannya kelak.

Tambahan judul pada sampul novel  -“Mengulang Perjalanan Opa Mora”- akan memberi tahu pembaca bahwa apa yang dikisahkan Opa Mora benar-benar terjadi. Sehingga, bagi pembaca, kisah perjalanan Duara tidak terkesan lagi sebagai perjalanan untuk membuktikan kebenaran cerita-cerita yang pernah ia dengar. Perjalanan Duara menjadi kesempatan pembaca untuk bertanya-tanya: apa sebenarnya yang terjadi dalam perjalanan Opa Mora bertahun-tahun lalu dan apa yang akan terjadi pada Duara dalam perjalanannya ini. Yudhi memuaskan pembaca dengan membentangkan kedua perjalanan ini secara paralel, tiap kali Duara tiba di tempat tujuan.

Semua perjalanan diceritakan dengan asyik dan imajinatif, kerap bagaikan keluar dari halaman-halaman cerita dongeng. Setiap lokasi menyediakan kejutan yang berpotensi memacu pembaca untuk terus membaca. Bisa dibilang, inilah yang menjadi keunggulan Yudhi sebagai pencerita dalam novel ini.  Ia punya bakat memikat pembaca dengan kisah menakjubkan yang akan membekas di ingatan. Sekaligus kemampuan mengimbuhkan pesan moral yang tidak dikhotbahkan namun bisa ditangkap sendiri oleh pembaca. Kelemahannya, masih banyak dijumpai kalimat-kalimat yang kurang terangkai dengan baik. Penyiangan yang lebih tekun dari penyunting seharusnya akan membuat novel ini lebih enak dinikmati. Dan membuat Perjalanan Menuju Cahaya menjadi lebih gemerlap.

http://jodypojoh.blogdrive.com/archive/cm-6_cy-2010_m-6_d-15_y-2010_o-42.html

Iklan