Alhamdulillah.. ceritanya aku dapat buku ini gratis dari penulisnya :)

Selain berhasil menamatkannya dan cukup terpuaskan, mungkin review singkat ini dapat menjadi ucapan terima kasih juga ya :D

Oke.. here it is..

.. Samurai Cahaya..

Dengan indahnya dalam hati saya langsung berkata, dari keempat bintang itu hanya akan ada satu yang tersisa dan berpendar paling cemerlang :)

Itu bukan sebagai dampak naluri-pembaca-yang-terasah :)

Sensei Kogawa Itsu lah yang mendapatkan pertanda menakjubkan di satu hari yang aromanya terlalu lekat dengan kekelaman.. *bahkan ada ribuan kupu2 hitam?? kebayang kan kelamnya.. hemm..*

Keempat bintang itu adalah empat orang anak yang terlahir dan ditakdirkan menjadi empat orang samurai hebat.

Yamashita Wataru, bocah dengan tujuh bayangan kematian yang dalam perjalanannya menjadi murid dari Takaguchi Nakatsu dan mewarisi Samurai Ular semata karena berjodoh dengan samurai itu. Angin bersamanya :)

Sano Sakai yang beriringan dengan Shoja – Si Mata Iblis, terikat budi di masa lalu. Berjodoh dengan samurai yang diidentifikasikan sebagai Samurai Cahaya, meski ada satu Samurai Cahaya lainnya.

Yokushimaru Toshi-lah yang menjadi pewaris Samurai Cahaya lainnya itu. Samurai Cahaya yang dibuat oleh Matsuhita Yamada yang juga membuat Samurai Ular. Putra bungsu dari Yokushimaru Yoko yang tak hidup tenang karena ketidakrelaan kakak2nya akan Samurai Cahaya yang menjadi haknya.

Sawajiri Touru, si Buruk Rupa berhati emas yang mencintai Harada Nani yang buta :) dalam ketidakmudahannya mencapai jalan samurai justru menjadi murid dari Sagai Toko, samurai utama keluarga Korii Yamate yang sebelumnya pernah bertemu Touru dan Nani di masa kecil mereka.

Tidak ada yang manis dalam perjalanan keempat bintang itu. Darah, kematian. Sungguh bukan jalan damai meski dua dari keempat bintang itu didampingi dua belahan jiwa :)

Tidak ada yang manis hingga keempatnya bertemu di satu titik akibat dendam, pengkhianatan, keingintahuan. Lalu.. berakhir begitu saja.. hanya.. begitu saja..

Dua bintang jatuh seketika itu juga meredup.. dan dua bintang jatuh lainnya akan bersentuhan sesaat, sebelum kemudian melanjutkan perjalanannya kembali. Satu bintang akan segera memudar, dan hanya satu yang akan terus berpendar terang dan semakin terang.

Hanya tertinggal satu bintang yang tersisa, cemerlang :)

. . .

Secara keseluruhan.. saya masih suka dengan gaya penulisan rapinya Mas Yudhi AKA Hikozza :) dan detail2 yang diberikan untuk setiap latar dan tokohnya, plus bumbu romantik yang ditebar di dua sisi :) Tapi sepertinya saya hanya sampai pada titik cukup terpuaskan.

Ya.. cukup.. karena novel ini rasanya terlalu singkat, terutama di bagian akhir :) meski jujur.. saya suka tuh idenya.. keempatnya bertemu dan berakhir/nyaris-berakhir di satu titik.. *langsung yang kebayang.. kalo jadi film.. scene per scene bakal gini nih.. he he..*

Saya merasa seperti dipaksa harus segera berakhir.. *meski saya tahu betul.. ga gampang bikin cerita panjang dengan alur tetap terjaga..* padahal saya masih ingin membaca lebih dan dibawa lebih dan lebih lagi :)

Akhir cerita yang menggantung.. apa nanti ada novel lanjutannya ya, Mas?? :)

Saya jadi teringat gaya khas film Mandarin.. akhir tragis menggantung :D

. . .

Namun.. pastinya.. saya senang sekali diberi hadiah novel ini oleh penulisnya langsung :) ceritanya bagus.. *riset panjang pasti ini.. referensinya dijamin lebih dari satu.. he he..*

Selamat terus berkarya, Mas :)

http://kuke.wordpress.com/2008/12/04/samurai-cahaya-hikozza/

Iklan