Tanpa sengaja saya menemukan 2 review novel saya samurai cahaya. yang pertama dari blog jari bicara dan yang kedua dari blog chinen yuuri

blog: JARI BICARA

http://jaribicara.blogspot.com/2010/02/novel-ini-ditulis-oleh-hikozza-dengan.html

Novel ini ditulis oleh Hikozza dengan latar belakang Jepang sekitar abad 14. Sebuah fiksi yg bercerita tentang 4 tokoh samurai yg anti klimaks menjelang detik-detik perebutan kekuasaan.
Pada awalnya, saya menganggap sang penulis adalah warga negara Jepang atau asing. Setelah browsing ternyata si penulis adalah warga negara Indonesia. Mengetahui hal ini, saya benar-benar takjub karena beliau mampu menyajikan latar belakang pendukung cerita di Jepang pada saat itu. Yang mengganggu saya adalah penulisan kata samurai untuk katana. Bagi orang awam tentu itu tidak masalah, tapi buat saya itu ‘mengurangi’ intelejensia tuturan-cerita.
Samurai Cahaya mengurai kisah 4 tokoh samurai muda yang secara bersamaan lahir di tahun yg penuh tanda-tanda fenomenal. Apabila seorang pemimpin klan bisa menggenggam ke 4 nya maka perebutan kekuasaan akan dilakukan dgn mudah. Novel ini cerdas karena tidak membuai pembaca dgn akhir cerita yg mudah di tebak. Penulis juga luar biasa membangun emosi tanpa terganggu oleh skema waktu yg berusaha dipaparkan. Cerita ini disuguhkan untuk semua golongan pembaca. Novel yg setipis ini benar-benar lengkap dibanding novel yang bertema sama dgn jumlah halaman yang sangat tebal.
Teman-teman yang suka membaca sebelum tidur atau mengisi waktu luang dgn membaca, dan kebetulan menyukai hal-hal yg berbau samurai dan Jepang, novel ini adalah pilihan yang bagus. Tidak akan menyia-nyiakan waktu anda dgn paragraf-paragraf yg boros, tidak disajikan dgn bahasa dan tema yang berat, tidak akan membiarkan emosi anda datar dgn imajinasi yg dangkal, dan akan memberikan kejutan dan ketegangan yg terasa seperti menonton film karya Holywood.
Bahkan digarap ke dunia per-film-an pun, dgn produser dan sutradara yg idealis, saya yakin bahwa cerita ini lebih bermutu daripada “The Last Samurai”.
* katana adalah pedang utama yang melengkung yang digunakan oleh ksatria / prajurit di jaman Jepang dulu.
blog : CHINEN YUURI (kawai)

‘Samurai cahaya’ adalah novel kedua yang ditulis oleh hikozza yang kubaca. Novel pertamanya yang kubaca adalah ‘seven samurai’ novel itu sangat menakjubkan dan membawaku seakan-akan aku benar-benar berada di Jepang pada zaman keshogunan. ‘Samurai cahaya’ sangat menakjubkan cerita-cerita para samurainya dimulai ketika dilangit terlihat sebuah tanda yaitu, langit di pagi hari terlihat merah semerah darah dan ribuan kupu-kupu hitam beterbangan di langit merah itu, sensei kogawa itsu seorang peramal terkenal meramalkan bahwa akan muncul 4 orang yang istimewa bersamaan dengan jatuhnya 4 bintang jatuh dari arah yang berlawanan lalu menuju kesatu tempat sebagai titik pertemuan.

Keempat orang itu adalah,

-samurai yang memiliki 7 bayangan kematian, sekaligus sebagai pewaris ‘samurai ular’ milik pendekar besar Yamahara Shou…

-seorang kakak berjiwa pemberani yang selalu melindungi adiknya yang lemah…

-seorang buruk rupa yang memiliki talenta besar dalam mempelajari apapun, dan juga memiliki cinta paling dalam pada sosok wanita buta…

-seorang samurai terhormat pewaris ‘samurai cahaya’ yang memilih mundur dari tahta penguasa klan yang sebenarnya diwariskan padanya…

saat aku selesai membacanya aku merasakan kesedihan yang sangat dalam pada tokoh-tokoh samurainya yang mati satu persatu.

bagian yang paling kusuka adalah cerita tentang kakak beradik itu, yang bernama sano sakai dan sano ryu. Sano sakai adalsalah satu anak yang istimewa itu dia akhirnya menjadi samurai besar hingga akhirnya dia terbunuh oleh para samurai-samuraoi yang dididiknya sendiri sungguh cerita yang sangat ironis. Sedangkan adiknya yang bernama sano ryu memiliki kekuatan penyembuh yang mampu menyembuhkan orang sakit maupun orang yang hampir mati, ada salah satu adegan ketika sano ryu mampu menghidupkan kembali kelinci yang sudah mati digigit oleh ular saat itu sano sakai melihat cahaya putih di sekitar tubuh sano ryu. Sano sakai yang selalu berusaha untuk melindungi adiknya baru menyadari bahwa selama ini yang telah melindunginya adalah adiknya. Awalnya dia ingin menepis hal itu mencoba untuk tidak mempercayainya. Karena dengan mengakui itu, ia tak bisa lagi nampak kuat, dan tak lagi bisa meneruskan janjinya untuk melindungi ryu.

Apalagi menariknya waktu sano sakai sedang sekarat trus bilang ,’Terima kasih…selama ini sudah melindungiku…’trus dia mati deh. Hiks…hiks…

Bagian lain yang menarik waktu surat dari sensei kogawa itsu gak sempet dibaca sama tuan Torigawa. Isinya seperti ini :

Kepada Tuan Torigawa, Penguasa Tanah Gifu…

Aku merasa hari itu telah tiba. Ingatanku tak bisa memungkiri lagi ketuaanku. Keempat bintang jatuh yang kau tanyakan 20 tahun yang lalu, kini menghampiri dirimu,tanpa kau benar-benar bisa memilikinya…

Namun sama seperti bintang jatuh yang kulihat ketika itu, mereka berempat tak akan benar-benar bertemu. Dua bintang jatuh seketika itu juga meredup…dan dua bintang jatuh lainnya akan bersentuhan sesaat, sebelum kemudian melanjutkan perjalanannya kembali…

Satu bintang akan segera memudar, dan hanya satu yang akan terus berpendar terang dan semakin terang…

Haaahhh,,,so sad….

Demikianlah,sampai di sini dulu

Sayounara ^^

Iklan