menerbitkan kumpulan cerpen di masa sekarang?

sepertinya itu bukan sesuatu yang baik. pasar lesu untuk kumcer. kumcer2 dari sastrawan2 top pun banyak yang tak laku, dan akhirnya diobral.

namun tulisan2 di koran memang harus tetap dibukukan. koran terlalu cepat berlalu. saya sendiri sudah sejak lama berencana membuat kumcer. saya hitung2 cerpen2 dewasa saya yang pernah dimuat media cukup lumayan. sayang sekali bila harus dibiarkan dan terlupa. yaaa, sekedar untuk memberi jejak pada tulisan…

sebenarnya hal seperti ini sudah saya lakukan sejak lama. hampir seluruh cerpen2 remaja saya di HAI saya bukukan dalam LAGU SENJA (balai pustaka), cerpen2 remaja lainnya yang muncul di KAWANKU, GADIS, ANEKA, dll ada di buku SETELAH KATAKAN CINTA dan ME VS. VESPA BOY (dua-duanya penerbit diva)

tinggal kumcer dewasa yang belum…

maka itulah saya membuatnya. isinya berganti2 terus. sempat saya kirimkan ke sebuah penerbit besar dan sampai sekarang tak pernah ada konfirmasi. saya hanya pernah sekali menelponnya, dan diminta untuk menunggu…

covernya dibuat Mas Yogi alias Mas Satriya Adi, dengan ide dasar dari cerpen mata air air mata kumari tentang berempuan yang rambutnya berurai dominan. untuk ini saya merasa cukup rewel. biasanya kalau saya mengurus cover paling hanya 1-2 kali akan OK. namun untuk mata air air mata kumari ini saya merasa sampai beberapa kali. ada beberapa alternatif. sampai akhirnya fokus pada sketsa gambar seperti sekarang. itu pun saya minta beberapa alternatif warna. saya bahkan sempat membuat 1 alternatif sendiri. entahlah sepertinya emang harus sempurna. setelah selesai, saya rasanya seperti begitu merepotkan mas yogi…

Untunglah semuanya selesai juga. mungkin gara2 ada ubud writer festival saya tetap menerbitkannya. kalau tak ada, mungkin buku ini tak akan pernah terbit…

Iklan