Cari

Yudhi Herwibowo

mencoba terus menulis…

Tanggal

Oktober 16, 2010

Mendurhakai Tradisi, Membebaskan Manusia (Tentang Cerpen “Mata Air Air Mata Kumari”), Resensi: Haris Firdaus

Saya jadi ingat dengan resensi cerpen saya Mata Air Air Mata Kumari oleh Haris Firdaus, yang pernah dimuat dalam edisi Pawon khusus: CERPEN & APRESIASI sekitar beberapa bulan yang lalu. Berikut isinya:

Mendurhakai Tradisi, Membebaskan Manusia
(Tentang Cerpen “Mata Air Air Mata Kumari”)
Resensi: Haris Firdaus

/1/
Salah satu “takdir” paling purba sekaligus barangkali paling kekal bagi sastra modern adalah kecenderungannya untuk senantiasa mendurhakai tradisi, istiadat sosial, atau nilai-nilai kemasyarakatan yang kadangkala diterima secara banal oleh manusia. Sebagai ragam teks yang terlanjur dicap sebagai semacam “teror yang mengguncangkan” ketimbang “doktrin yang meneguhkan”, sastra memang seringkali hadir dalam bentuknya yang frontal berhadapan dengan kenormalan di sekitar manusia.
Continue reading “Mendurhakai Tradisi, Membebaskan Manusia (Tentang Cerpen “Mata Air Air Mata Kumari”), Resensi: Haris Firdaus”

Iklan

Pada Gerimis di Sepanjang Sanggingan : Kisah-kisah dari Ubud Writer and Reader Festival 2010

Saya bagai daun kering yang terbang ke tanah itu. Tanah basah beraroma samar wangi kamboja, yang biasa tergeletak menjadi banten  di depan patung-patung yang ada di setiap pintu masuk rumah. Walau saya sudah berkali-kali mampir di Denpasar, tapi ini adalah kali pertama saya tiba di Ubud. Menjejakkan tanah beriringan dengan angin, yang rasanya sedikit berbeda dari angin lainnya, untuk datang di undangan Ubud Writers & Readers Festival 2010 (UWRF 2010).

Festival yang selama ini hanya saya dengar gaungnya ini, kali ini mengambil tema Bhinneka Tunggal Ika: Harmony in Diversity, dan dihadiri oleh penulis-penulis dari China, Malta, Palestine, Israel, Lebanon, India, Pakistan, Sri Lanka, Burma, Vietnam, Malaysia, Singapura, Prancis, Bosnia, Turki, Afrika Selatan, Australia, Inggris, Irlandia, Amerika dan Canada, serta dari kepulauan Indonesia sendiri. Continue reading “Pada Gerimis di Sepanjang Sanggingan : Kisah-kisah dari Ubud Writer and Reader Festival 2010”

Blog di WordPress.com.

Atas ↑