Sepertinya saya memang harus menulis kisah ini. Setelah Gokil Backpacker dirilis, sebenarnya sudah ingin sekali pamit dari dunia pergokilan ataupun perjayuzan. Namun saya menundanya karena ingin komik gokil saya terbit dulu, tapi rasanya kog sekarang tidak bisa menunda lagi karena masih saja tiap harinya menerima pertanyaan2 perihal kapan buku gokil terbaru saya terbit?

Banyak alasan kenapa harus pamit, salah satunya akhir-akhir ini saya, entah kenapa, lebih tertarik menulis cerita2 yang lebih serius. Tanda saya semakin matang… ;P Selain itu juga sepertinya kisah-kisah semasa saya kuliah hampir semuanya sudah saya ceritakan. Jadi saya merasa akan memaksakan diri bila tetep nekad menulis buku gokil.

Namun saya bersyukur sudah menulis 5 buku. Kalo boleh saya review, dulu pertama kali saya menulis Asoi Geboi Bohai sebetulnya hanyalah kecelakaan saja. Saya menulis buku itu hanya 5 hari. Awalnya saya beri judul Kost Story. Dan saya kirimkan via pos. Tapi ternyata alamat penerbit yang saya tuju sudah pindah. Maka saya kontak nomornya. Dan dalam 3 hari kemudian buku itu disetujui terbit oleh Penerbit Gradien. Dan tak lebih dari 1 bulan buku itu terbit. Dan penjualannya pun lumayan. 

Namun setelah beberapa bulan terbit, saya sempat menyesal karena ada bagian XXX-nya. Saya gak menyangka kalau buku2 saya akhirnya banyak dibaca anak2 smp dan sma. Dulu perkiraan saya buku saya dibaca artis2 kayak luna maya, sama ariel. Ternyata gak. Sayang bukunya kadung terbit. Andai ada edisi revisinya saya pengen bagian XXX itu dihilangkan… 😦

Setelah itu saya membuat yang kedua, judulnya Kuch kuch Lebai Hai. Judul awalnya Arsitek Gagal. Buku ini juga lumayan. Yang menyenangkan, ternyata di ex kampus saya arsitektur uns, buku ini menjadi buku wajib mereka, selain Data Arsitek, Gambar Bangunan Arsitektur, dll… halah…

Lalu Untung Ada Yudhi terbit. Sebenarnya ini buku momen untuk pemilu. Judul aslinya Budiono No, Budi Anduk Yes. Tapi gak terkejar sebelum pilpres. Lalu terbit beberapa bulan kemudian dengan judul Untung Ada Yudhi, plesetan Untung Ada Budi. Karena saat itu acara tawa sutra lagi in-in-nya. Dan saya senang, karena akhirnya punya buku yang judulnya nama sendiri, :P, apalagi emdorsmentnya saya jugaaaa… 😀

Sebenarnya buku Untung Ada Yudhi ditulis setelah Asoi Geboi Bohai 2. Namun buku ini lama sekali terbitnya. Saat terbit, buku ini diberi judul Gokil van Ngekos. Ini menurut saya buku gokil yang paling saya suka. Karena banyak ceritanya. Bukunya mestinya bisa tebal sekali, tapi format hurufnya kecil-kecil. Jadi bener-bener marem yang beli buku ini.

Setelah itu barulah Gokil Backpacker. Merupakan lanjutan Gokil van Ngekos.

Sebenarnya dari kisah-kisah terbaik Asoi Geboi Bohai, Kuch Kuch Lebai Hai dan Gokil Van Ngekos ditambah beberapa kisah baru, sempat dibuat komik oleh seorang komikus cakep, namanya Selvie Djie. Tapi sampai sekarang belum ada kepastian untuk terbitnya. Saya berharap buku itu benar-benar dapat terbit.
Makanya bagi yang belum baca salah satu dari kelima buku saya, segera dicari yaaaaa, sebelum bukunya lenyap dari pasaran… 😛

Terakhir, saya harus mengucapkan terima kasih kepada bapak Ang Tek Khun, direktur Gradien, yang sudah berani menerbitkan buku-buku saya.
Terima kasih buat semua yang sudah membaca kelima buku2 itu. Entah yang beli, minjem, nebeng baca di gramed, ato ngembat di taman-taman bacaan, juga kontak2nya di fb dan email2nya di inbox, atau kirim2annya yang mengenyangkan ataupun yang lucu2… 🙂  Semua menyenangkan. Namun buat yang gak suka, yowes, semoga kamu diterima di sisiNya aja… 😛

Hikz, ciao, muaaaaaaaaaach yaaa…

Iklan