sebenarnya sehari sebelumnya, atau sejak tanggal 29 juni 2013, saya sempat membaca seseorang menulis komen di fb sastra minggu. dia bilang  cerpen media indonesia; kota yang ditingalkan. saya sempat bertanya2 apa itu cerpen saya? karena cerpen asli saya berjudul kota yang ditinggalkan pengarangnya. untungnya esok paginya beberapa kawan menginformasikan saya, entah vias sms atau internet, tentang kabar itu.

ternyata cerpen saya lainnya, perempuan di balik pagar, juga dimuat di balipost. ini pertama kalinya 2 cerpen saya di minggu yang sama. cukup menyenangkan… 🙂

cerpen kota yang ditinggalkan merupakan cerpen yang saya bayangkan bila sebuah kota ditinggalkan pengarangnya. apa yang kemudian terjadi? saya tulis kisah ini bak sebuah dongeng. banyak imajinasi di sini. sejujurnya saya suka cerpen ini, makanya judulnya saya pakai sebagai judul naskah kumcer kedua saya.

bagi yang berkenan membaca cerpennya, bisa bisa di baca di sini: http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/#

IMG_1903 oke

sedang cerpen permpuan di balik pagar merupakan cerpen, hmmm, bisa dikatakan sejarah. tentang seorang nyai, perempuan pribumi yang dinikahi orang asing, bisa secara terang2an atau pun secara diam-diam, harus pergi karena istri suaminya datang. hingga suatu kali ia berniat menengok anaknya yang dipisahkan beberapa tahun lalu…

Iklan