Image

Lupa, posting cerpen ini 🙂

Cerpen Doomga di Suara Merdeka Agustus 2013. Sebenarnya ini cerpen yang sudah setahun lalu saya tulis, tapi baru beruntung bisa dimuat Agustus lalu, semingguan sebelum lebaran. Waktu itu saya habis membaca buku Singapura Tempo Dulu (Kobam), ada satu artikel tentang tahanan-tahanan yang dicap dahinya dengan tulisan Doonga. Saya pikir ini menarik, dan harus ditulis. Tentu setelah saya tambah-tambah dengan imajinasi, maka jadilah cerpen ini. Namun endingnya, sama sekali bukan fiksi. Tahanan itu, yang benar-benar bernama Suluk seperti di cerpen, memang berhasil kabur dengan terjun ke laut, di mana anak buahnya sudah menunggunya.

Jadi kalo kamu suka dengan cerpen ini, sebenarnya kisah sebenarnya juga sudah menarik. saya hanya memolesnya saja.

Iklan