101-0112_IMGheran, tadi pagi mendadak ingin menulis hal tak penting seperti ini…

biodata penulis atau tentang penulis atau kadang hanya ditulis:  penulis. kolom itu sebenarnya nampak nyempil di bagian belakang tulisan atau buku. Tapi sebenarnya ini bagian yang penting sekali, bukan hanya buat penulisnya, tapi juga pembaca yang ingin tahu.

saat membuka-buka buku lama saya, saya sering senyum-senyum sendiri dengan keluguan yang ada di halaman itu. dan setelah beberapa tahun lewat, saya menyimpulkan ada beberapa fase, saat seorang penulis menulis biodata dirinya. Ini tentu versi saya, dan tentu juga berdasarkan pengamatan beberapa kawan penulis. tentu mungkin tak cocok buat beberapa kawan. tapi buat lucu2an, saya pikir oke saja…

fase newbie

penulis akan menulis biodata dengan lengkap-kap. nama, tanggal lahir, alamat, bahkan hal-hal yang tak penting seperti: hobi, dan moto hidup. Ada juga yang menulis buku favorit dan film favorit (Saya bahkan dulu sempat menulis penulis favotit saya, hadeeh…)

beberapa kawan penulis bahkan menulisnya seperti saat menulis surat keterangan di kelurahan, yaitu dengan memakai tanda titik dua ( : ) konon banyak yang menyangka biodata penulis ini dibuat penerbit atau redaktur dengan mengedit biodata yang dia bikin. maka itulah pentingnya memiliki buku pertama seorang penulis, karena di situ keluguannya nampak.

fase amatir

penulis masih menulis tanggal lahir dan alamat. namun ia sudah mencantumkan tulisan-tulisan yang sudah dimuat di koran/media. semakin banyak tulisannya dimuat semuanya dijembreng dengan bangga. Intinya semakin banyak yang tertulis, semakin meyankinkan.

fase sadar

penulis biasanya tak lagi menulis tanggal lahir dan alamat. saat semakin banyaknya tulisan yang sudah dimuat di koran/media, padahal ruang tulisan untuk biodata penulis sangat terbatas, biasanya penulis mulai  memisahkan koran-koran top dengan koran-koran biasa. biasanya koran/media yang top ditulis di depan. Ini adalah waktu kematian bagi koran/media kampus dari kolom ini, hehe…

fase tampil

karena mulai memiliki buku, biasanya di kalimat terakhir biodatanya, penulis mulai menyantumkan buku terbarunya. saat inilah penulis mulai merasa embel2 lain  selain namanya gak menjadi penting. pelan2 ia akan menghapus daftar tulisannya yang dimuat di koran/media. semakin banyak bukunya terbit, penulis hanya akan menyebut judul buku-bukunya saja, beserta penerbitnya (nah jadi bisa ditebak, blog ini saya buat saat fase apa, hehe…)

fase sadar 2

karena buku-bukunya semakin banyak yang sudah terbit, ia membuat daftar panjang buku2nya. namun ternyata fase sadar kembali muncul. Karena keterbatasan r uang, ia akan mulai menyeleksi buku-buku apa saja yang membanggakannya. biasanya buku-buku yang diterbitkan penerbit top, atau buku2 yang memenangkan sayembara, atau buku-buku yang disukainya.

fase top

penulis ini gak lagi merasa perlu menulis biodata penulis. dan dia gak perduli dengan itu.

ini tentunya tulisan iseng berdasarkan pengalaman sendiri.

jadi gak perlu dianggap serius.

Iklan