Sebenarnya ini sangat sederhana, tapi saya sering mendapat pertanyaan seperti itu; bagaimana bentuk surat pengantar saat kita akan mengirimkan naskah ke penerbit?

Jadi dari pada selalu memberi penjelasan panjang, saya tulis saja jawaban pertanyaan itu di blog ini.

Pada intinya surat pengantar diposisikan sebagai sebuah pembuka dari naskah tersebut. Seperti saat kita mengirim  makanan ke tetangga, secara langsung kita akan mengatakan  untuk apa makanan ini dikirim; slametan, syukuran, sunatan, atau apalah. Sama seperti surat pengantar. Intinya segala hal yang ingin kita katakan di awal-awal mengenai naskah itu, sebelum redaksi membaca isinya.

Beberapa hal yang tercantum dalam surat itu adalah;

1. Pengenalan diri yang singkat

2. Judul naskah yang dikirim

3. Tentang naskah itu secara singkat.

4. Untuk buku-buku yang standar (seperti novel remaja, novel dewasa, buku memasak, dll), sebutkan kelebihan2 naskah itu dari naskah2 lain yang sudah terbit sebelumnya

5. Bila merupakan buku yang jarang diterbitkan (misalnya; buku tentang program komputer terbaru, dll), harus dijelaskan pangsa pasar yang dapat dibidik buku itu.

Biasanya setelah surat pengantar itu, saya akan melampiri sinopsis sebanyak 3-4 halaman.

Untuk lebih detail, saya lampirkan satu surat pengantar untuk novel saya, Halaman Terakhir (saat itu saya masih memakai judul Panggil Aku Hoegeng)

surat pengantar

Iklan