cameo-rev-01

#Cameo

Semua berlangsung begitu cepat dan tak terbayangkan. Dari semula hanya sekadar ingin mengikuti festival musik July Challenge untuk mendapatkan hadiah 100 juta, Angin Malam, Aui, Q dan Jarra tak pernah menyangka bila lagu yang mereka bawakan July Lullaby begitu meledak. Semua orang kemudian menyanyikannya, media begitu mengeksposnya. Namun saat media mulai mengulik masa lalu mereka, Angin, Aui dan Q mulai mencoba menghindar. Ini membuat Jarra yang begitu menikmati kesuksesan ini, merasa curiga. Manager ambisius Bara Atmaja yang sedang mendekatinya, kemudian mencoba mencari tahu apa sebenarnya yang ada di balik itu semua. Dan yang didapatkannya adalah sesuatu yang tak pernah dibayangkan: berita tentang pecandu cilik yang nyaris mati, foto-foto telanjang yang tersebar di internet dan kasus pembunuhan beberapa tahun lalu. Ini benar-benar mengerikan. Sesuatu yang dapat menghancurkan band yang baru berusia seumur jagung itu!

#Revenge

Bagi Saira, sang vokali Revenge, apa yang terjadi malam itu cukup untuk mengempaskannya di palung kekecewaannya. Sia-sia sudah perjuangan yang selama ini diperjuangkan demi memenangkan July Challenge, festival musik paling bergengsi di Kota Cahaya. Sedih, marah, perasaan gagal, dan entah apa lagi. Rasanya hancur berantakan bagaikan rangkaian keping puzzle yang jatuh berhamburan. Perlu waktu menyatukan kepingan-kepingan itu menadi utuh kembali. Ada saat itulah ia merasa harus memilih. Antara tetap berada di band rock kedua di Kota Cahaya, atau menjadi seperti mimpi-mimpinya: be the real rock star.

***

Ini merupakan novel duet saya bareng Ary Yulistiana. Ia teman lama yang dulu pernah aktif di Buletin Sastra Pawon. Kini ia sudah menjadi guru, namun terus mencoba produktif menulis. Novel-novelnya 100th Dragonfly, Mauve!, Sonnenblume, dll.

Awalnya naskah ini akan diarahkan dalam salah satu program di Penerbit Grasindo. Seharusnya pula, ada satu lagi penulis untuk menggenapinya. Namun setelah diskusi, kami memutuskan untuk menggarap berdua saja. Tema yang kami ambil tentang musik.

Karena duet, naskah ini lebih pas disebut novelet. Naskah saya hanya 80 halaman A4 saja, sedang naskah Ary hanya 75 halaman. Ini kali pertama saya menulis bareng seseorang. Walau kami memang menceritakan kisah yang berbeda, namun tetap ada benang merah yang harus kami rajut. Untuk itu kami beberapa kali harus bertemu dan menyesuaikan apa yang kami tulis. Tempat yang selalu kami datangi adalah cafe MomMilks, Di situ kami juga saling membaca naskah kami, takut bila ada sesuatu yang terlewat.

Dalam proses, saya senang sekali saat Ary memilih judul Revenge. Karena sejak awal saya sudah menentukan judul bagian saya, Cameo, sehingga saat digabungkan, judul ini menjadi sangat keren.: CAMEO REVENGE. Semacam… hmmm, pembalasan dendam dari seorang cameo… šŸ™‚

Dan leganya, kami bisa menyelesaikan novel ini tepat di waktunya… šŸ™‚

Iklan