10 KISAHIni merupakan tulisan lama saya. Dulu saat merintis bukuKatta, saya dan Anton WP membuat buku 10 Kisah Hidup Penulis Dunia. Buku itu dibuat tipis saja dan dicetak 500 eks. Sudah beberapa tahun lalu buku itu habis.

Akhir-akhir ini karena sedang tidak produktif, saya membuka-buka naskah lama. Naskah ini salah satu yang saya buka. Saya pikir, dari pada tidak terbaca, saya petik saja satu kisah untuk blog saya. Semoga ada penerbit yang tertarik menerbitkannya kembali.

Oya, karena tulisan lama, jadi terasa masih kaku, dan masih ada beberapa EYD yang luput dari pengamatan saya. Harap maklum…

***

Tugas seorang penulis adalah menceritakan kebenaran.

– Ernest Hemingway

Ernest Hemingway lahir di Oak Park, Iilinois pada tanggal 21 Juli 1899. Ia merupakan anak kedua dari 6 bersaudara pasangan Dr. Clarence Edmonds Hemingway dan Grace Hall Hemingway.

Dalam keluarga, Dr. Clarence merupakan sosok yang begitu dominan. Ia selalu menekankan arti kata : “sudah sewajarnya.” Jadi, “sudah sewajarnya” seorang anak laki-laki itu berani. atau “sudah sewajarnya” seorang ayah yang pandai memancing mengharapkan anak lelakinya juga pandai memancing.

Ernest_Hemingway_with_Family,_1905Sejak di SLTA, Ernest kecil sudah menunjukkan minat pada bidang tulis menulis. Ia kerap menulis di majalah sekolah. Bahkan ketika berumur 17 tahun, ia sudah bekerja sebagai reporter pada Kansas City Star sampai akhir bulan April 1918.

Ketika pecah Perang Dunia I, seperti kebanyakan pamuda seumurnya, Hemingway menggabungkan diri sebagai tenaga sukarela Palang Merah Amerika dan berlayar ke daratan Eropa. Pada bulan Mei 1918. beberapa hari setibanya di Bordeaux, Perancis, tepatnya pada awal Bulan Juni, Hemingway bertolak ke tempat tugasnya yang baru di Piave River Valley, Italy, sebagai pengemudi mobil ambulans. Hemingway terpaksa menjalankan tugas barunya ini, walaupun sebenarnya itu tidak menantang jiwa petualangannya.

Pada, tanggal 8 Juli 1918, Hemingway terkena tembakan mortir dan luka parah pada kakinya. Meskipun lukanya cukup parah, Hemingway berusaha membawa seorang ahabatnya berkebangsaan Italia, yang mengalami luka parah ke garis belakang. Akhirnya, Hemingway sendiri pingsan dan diusung dengan tandu. Empat hari sebelum ulang tahunnya yang ke 19, ia dialihtugaskan ke rumah sakit American Red Cross di jalan Manzoni, Milan.

EH 2723P

Di sini, Hemingway jatuh cinta kepada seorang gadis Amerika yang jauh lebih tua darinya. Gadis bernama Agnes von Kurowsky berumur hampir 30 tahun. Meskipun ada perbedaan usia yang cukup jauh, ternyata cinta di antara mereka terjalin erat. Jika Agnes mendapat tugas di luar kota mereka saling berkirim surat dengan nada penuh cinta. Agnes sering memberinya semangat untuk lebih cepat sembuh dan cepat pulang ke Amerika, sehingga bisa kembali melakukan pekerjaan yang lebih bermanfaat. Tanpa disadari, Agneslah telah mengembalikan semangat hidup Hemingway.

Setibanya di Amerika Serikat pada bulan Januari 1919, Hemingway kembali ke rumah orang tuanya di Oak Park. Ia setiap hari menulis surat ke Agnes bahkan kadang-kadang dalam I hari, ia menulis 2-3 surat. Meskipun demikian, mereka merasakan hubungan cinta mereka sedikit demi sedikit berubah.

Tanpa disadari, cinta Ernest-Agnes semakin memudar bahkan hilang sama sekali. Sampai pada suatu hari di bulan Maret, Hemingway menerima sepucuk surat dari Agnes yang mengabarkan bahwa ia telah jatuh cinta pada pria lain. Hemingway sangat terpukul dan berbagai perasaan berkecamuk di hatinya : merah, malu dan iba pada dirinya sendiri mengingat cintanya telah ditolak.

Namun dalam waktu yang tak terlalu lama, Ernest dapat mengatasi lukanya itu. Pada musim panas, ia kembali ke Michigan Utara. Pengalaman musim panasnya di beberapa kota di Michigan Utara seperti di Boyne City dan Petoskey, memancing di sungai Fox di danau wallon dan Charlevoix atau dia berkemah dihutan sekitarnya, membuat Hemingway yakin akan keputusannya: hidup terpisah dari orang tua. Yang pasti, pengalaman ini juga akan menjadi latar dari karyanya mengenai tokoh Nick Adam.

Untuk membiayai kebutuhan hidup Hemingway kembali bekerja sebagai reporter pada Kansas City Star seperti tahun 1917-1918. Selain itu, ia mulai menulis beberapa cerita pendek dan berbagai selingan. Kadang ia juga menjadi pembicara. Ny. Ralph Connable, salah seorang undangan pertemuan itu sangat terkesan pada Hemingway. Ia menawarkan Hemingway bekerja dan mendampingi anaknya dirumahnya di Kanada. Jelas, Hemingway langsung menerima tawaran itu.

Pada bulan Januari 1920, Hemingway pindah ke Toronto dan tinggal di rumah keluarga Connable. Mulai tanggal 14 Februari 1920 sampai tanggal 13 September 1924, tulisan Ernest kerap muncul di mingguan Toronto Star Weekly. Memang, ia mulai bekerja di mingguan itu sebagai penulis feature lepas. Meskipun hanya sebagai tenaga honorer, pekerjaannya di mingguan ini akan memberi pengaruh yang cukup berarti bagi dunia tulis menulis Hemingway kelak di kemudian hari.

Pada liburan musim panas kali ini di Michigan, Hemingway bertengkar dengan orang tuanya, terutama ibunya yang merasa tidak puas akan pekerjaan anaknya nomor dua itu. Ibunya yakin dengan cara hidupnya seperti ini, Hemingway tidak akan pernah berhasil.

Sebelum Natal 1920, Hemingway mendapat pekerjaan sambilan sebagai editor pembantu pada The Cooperative Commonwealth, majalah bulanan yang diterbitkan oleh Badan Koperasi Amerika. Pada waktu yang berasamaan, ia mulai menjalin cinta dengan Hadley Richardson dari St. Louis. Hubungan mereka terus berlanjut walaupun hanya lewat surat.

Ketika Hemingway menceritakan keinginannya untuk berbulan madu ke Eropa kepada sahabatnya, SherwoodAnderson, sang teman ini justru membujuknya untuk pergi ke Paris. Menurut Anderson, di kota ini ia dapat bertemu dengan penulis-penulis terkenal seperti Ezra Pound, Gertrude Stein atau James Joice. Mereka pasti dapat membantu Ernest mengembangkan kariernya sebagai penulis muda berbakat. Untuk itu, Anderson berjanji akan memberi Ernest surat pengantar sebagai perkenalan.

Berangkat dari usul Anderson itu, Hemingway membujuk Toronto Star Weekly untuk mengangkatnya sebagai koresponden asing. Bersyukurlah ia, karena pimpinannya menyetujui permintaanya itu. Kemudian ia berhenti dari pekerjaanya sebagai editor pembantu dan mengawini Hadley Richardson di sebuah gereja di Horton Bay. Pada musim gugur 1921, pengantin muda Ernest-Hadley pergi ke Chicago selama 2 bulan dan beberapa hari sebelum Natal, pasangan muda ini berlayar ke Perancis.

MENJADI WARTAWAN MUDA

Selama di Paris, mereka tinggal di sebuah apartemen kecil di Jalan Cardinal Lemoine. Karena sedemikian sempitnya, Hemingway terpaksa menyewa sebuah kamar di loteng gedung itu, sebagai tempat kerjanya. Di kamar itulah 25 Tahun yang lalu Paul Verlaine, penyair Perancis terkenal, menghembuskan nafas terakhirnya.

“Berhasilkah karierku seperti Verlaine?” kerap Hemingway berpikir demikian. Kehidupannya pada masa itu sangat sulit, penghasilannya sebagai koresponden asing dan sebagai reporter lepas pada Toronto Daily Star belum seberapa sehingga harus tetap bergantung pada tabungan dan hadiah perkawinan milik istrinya.

Musim semi 1922, berbekal surat pengantar Anderson, Hemingway mulai mencari orang-orang yang dapat membantunya. Orang pertama yang ia temui adalah Ezra Pound. Pada mulanya, ia tidak menyukai kebiasaan Pound mengajarinya menggunakan bahasa prokem, namun akhirnya ia berubah pendapat. Bahkan ia menyebut Pound sebagai “orang hebat dan editor yang mengagumkan.” Sebagai imbalan bagi pelajaran “mengarang” ini, pada bulan Maret, Ernest mengajari Pound bertinju. Beberapa waktu kemudian, Pound bertinju. Beberapa waktu kemudian, Pound memperkenalkan Hemingway kepada Jhon Peale Bishop yang sedang mencari penulis asing muda berbakat. Penilaian Bishop terhadap Hemingway sebagai “penulis pandai dan berintegritas tinggi, yang tidak membicarakan hal-hal yang tidak bermanfaat”. membesarkan hati Hemingway. Kemudian Hemingway menemui Gertrude Stein yang tinggal tidak jauh dari Pound. Stein-lah yang menilai mutu puisi dan prosa Hemingway. Selain itu, Hemingway juga menemui Sylvia Beach, Dostoievski, Tolstoi, Flaubert dll.

Walaupun dari bulan Februari sampai Maret Toronto Star Weekly terus menerbitkan artikel-artikel picisannya, baru pada bulan April 1922, Hemingway ditugaskan untuk meliput Konferensi Ekonomi Internasional di Genoa, Italia yang berlangsung dari April sampai Mei 1922. Pada saat itulah untuk pertama kalinya, Ernest Hemingway bertindak dan benar-benar menulis sebagai koresponden asing.

Selanjutnya, sampai akhir tahun 1922, sehubungan dengan tugasnya, keluarga Hemingway sering melakukan perjalanan didaratan Eropa. Bulan Juni, ia berhasil mewawancarai Benito Mussolini di Milan, serta George Clamenenceau di rumah peristirahatannya di Vendee. Selain itu, ia juga meliput kejadian-kejadian penting lain yang bersifat internasional. Bersamaan dengan itu, ia mulai menulis puisi dan cerpen.

Pada bulan-bulan pertama 1923, Hadley, istri Hemingway, hamil. Pasangan muda ini sangat berbahagia. Kebahagiaan mereka bertambah dengan menangnya cerpen Ernest “My Old Man” sebagai cerita pendek terbaik 1923. keyakinan Ernest Hemingway bahwa ia memang seorang penulis yang berbakat semakin tebal. Agar anaknya dapat lahir di tanah Amerika, pada musim gugur, Ernest dan Hadley pulang ke Toronto. Selama di kota itu, Ernest bekerja sebagai reporter lokal untuk Toronto Star Weekly. Pada masa tinggal di Toronto itulah, untuk pertama kalinya, karyanya terbit di Paris dengan judul Three Stories and Ten Poems. Sesuai dengan judulnya, buku ini terdiri dari 3 cerpen-salah satu adalah “My Old Man” yang mendapat penghargaan dan 10 puisi.

Mei 1923, Hemingway, untuk pertama kalinya, berkesempatan untuk mengunjungi Spanyol. Ketika mendapat kesempatan untuk mengunjungi Spanyol lagi pada bulan Juli, ia mengajak Hadley ke Pamplona tempat berlangsungnya “Fiesta of San Fermin”. Ernest Hemingway memang sangat mengagumi suasana, masyarakat, makanan dan anggur, tari-tarian di jalan raya, pertarungan manusia banteng; semua yang berciri khas Spanyol. Kekagumannya ini, kelak akan sering digunakan oleh Ernest Hemingway sebagai latar belakang cerita-ceritanya, baik cerita pendeknya ataupun novelnya.

Sebulan setelah kembali dari Spanyol, Hadley melahirkan putra pertamanya, yang kemudian diberi nama Jhon. Sementara itu pengalamannya bepergian ke manca negara, membuat Ernest bertambah antusias untuk menjadi penulis puisi dan fiksi, dan bukan penulis feature pada surat kabar. Ia teringat akan peringatan Gertrude Stein bahwa pekerjaan jurnalistik dapat membahayakan kebebasan aspirasi kesusasteraan. Saat itulah perlahan-lahan Ernest menyadari bahwa ia sebenarnya lebih cocok menulis karya fiksi daripada feture surat kabar.

Ketika keluarga Ernest masih berada di Toronto, bukunya yang kedua, berjudul In Our Time terbit di Paris. Buku ini terdiri dari 18 cerpen: 5 diantaranya menceritakan tentang pertarungan banteng dan manusia di Spanyol. Hemingway yang merindukan Paris dan Pamplona merencanakan untuk kembali ke sana. Baru setelah bayinya cukup kuat untuk melakukan perjalanan jauh, pada bulan januari 1924, keluarga Hemingway kembali ke Paris. Kali ini mereka menyewa apartemen yang cukup layak di jalan Notre Dame Champs di jalan yang sama dengan tempat tinggal Ezra Pound.

MEMULAI MENJADI PENGARANG PROFESIONAL

141217-ernest-hemingway-05Pada tahun itu pula, kembali Ezra Pound memperkenalkan Ernest Hemingway yang pada saat itu berumur 25 tahun pada Ford Madox Ford, pemimpin redaksi “Transatlanti Review” Ford menerima Hemingway sebagai tenaga pencari naskah dan editor lepas yang tidak dibayar. Sudah barang tentu Ernest tidak menyukai hal tersebut, tetapi ia berusaha untuk tetap bertahan disana. “Bukanlah dengan terbit karya-karyaku di majalah ini dapat memperbaiki reputasiku sebagai penulis?”, demikian pikir Ernest.

Hemingway mulai menulis cerita-cerita yang lebih panjang, misalnya “Indian Camp” (mengisahkan pengalaman Nick Adams kecil yang berkemah dengan ayah dan pamannya di hutan Michigan Utara); “Big Two Hearted River(cerita mengenai Nick Adams, yang sekembalinya dari perang dengan jiwa dan raga penuh luka, berusaha untuk melakukan terapi dengan cara pergi memancing dan berkemah). Selain itu Ernest terus berkarya dengan menerbitkan “The Doctor and the Doctor’s Wife”, “The End Something”, “The Three Day Below Cross-Country Snow” yang semuanya merupakan pengalaman tokoh Nick Adams. Karyanya yang lain, “Soldiers’s Home” dan “Cat in the Rain” walaupun tokoh utamanya bukan Nick Adams, pembaca tetap merasakan adanya garis-garis persamaan yang jelas, yaitu tokoh merupakan bekas tentara Perang Dunia, mengalami luka-luka, dan berusaha untuk menjadi pahlawan. Meskipun demikian, dalam setiap wawancara, Ernest selalu menyangkal bahwa kedua karyanya ini merupakan pegalaman Nick Adams dengan nama berbeda. Selain itu, Hemingway menulis “Mr. And Mrs.Elliot”.

Pada bulan Juni 1925, Hemingway mulai menulis sebuah novel, “Along With Youth” karya yang mengisahkan pengalamannya sebagai supir ambulans Palang Merah pada Perang Dunia I. Kemudian terbit novelnya yang kedua The Sun Also Rises dan The Torrents of Spring. Novelnya yang ketiga ini menimbulkan sedikit masalah antara Hemingway – Sherwood Anderson – F. Scot; Fitzgerald; satu pihak menuduh bahwa karya Hemingway ini sangat buruk. Semuanya ini mengacu pada satu hal; kecemburuan profesionalisme. Yang jelas, menurut Hemingway sendiri, dalam karyanya ini, ia memasukkan lelucon-lelucon yang pernah di ungkapkan secara lisan oleh Sir Edmund Gossovan Henry James. Sejak saat itu, Hemingway menyadari bahwa ia lebih sesuai “pencipta” dari pada “penjiplak”

bersambung di posting berikutnya

Iklan