dkj ok.jpgKadang, membaca memang harus dipaksa! Bila tak ada acara Bicara 4 Novel Pemenang Sayembara Novel DKJ 2014 yang diadakan Pawon, 23 Januari 2016 lalu, saya mungkin hanya akan membaca 1 – 2 novel saja yang saya pikir menarik. Namun karena adanya acara tersebut, mau tak mau saya harus membaca semuanya.

Setelah selesai membaca keempatnya, yang saya pikirkan kemudian adalah: apa benang merah dari keempat novel ini? Tentu juri saat itu: Nukila Akmal, Zen Hae, dan Martin Soerjajaya punya kesukaan masing-masing. Namun berbeda dengan sayembara 2 tahun sebelumnya, kali ini saya tak bisa menebak kesukaan-kesukaan juri tersebut. Keempat novel itu – Kambung dan Hujan, Di Tanah Lada, Napas Mayat dan Puya ke Puya– nampak berbeda satu dengan lainnya. Entah itu dari cara eksekusi ide, mengolah alur, bahkan pendalaman karakter demi karakter. Semuanya sungguh nampak berbeda. Continue reading “Membaca 4 Novel Pemenang Sayembara Novel DKJ 2014”

Iklan