Daripada lupa, mending ditulis.

fullsizephoto753940Saat orang-orang lain bertahun baru, apesnya saya malah mendekam di kamar seorang diri berteman seekor cicak dan aroma tajam pengharum lantai. Saat seperti itu memang paling enak menonton film. Yang saya pilih malam itu adalah The Age of Shadow. Alasannya simple, saya sedang ingin menonton film-film bertema seperti Assasination yang rilis setahun lalu.

Ada 2 karakter kuat di film ini Lee Jung-Chool (diperankan Song Kang Ho) dan Kim Woo Jin (diperankan Gong Yoo). Dua-duanya karakter yang bertolak-belakang. Yang satu karakter opurtunis yang memilih menjadi antek penguasa Jepang, dan yang satu lagi merupakan tokoh idealis yang diam-diam aktif dalam gerakan kemerdekaan Korea. Namun pada akhirnya keduanya dapat bekerja sama, dalam jeda-jeda kebimbangan yang selalu ada pada sosok Lee Jung-Chool.

Walau temanya nampak biasa, tapi percayalan garapannya benar-benar keren. Ceritanya kompleks, ekspesi wajah Lee Jung-Chool dan Kim Woo Jin saat diam pun seakan menjadi scene yang penting. Apalagi kebimbangan Lee Jung-Chool ini seakan menggambarkan cerita manusia yang walau pun jahat, tetap memiliki sisi-sisi baik yang tersamarkan. Saya gak ragu menyebut kalau film sepanjang 2 jam 22 menit ini, sebagai salah satu film favorit saya sepanjang 2016.

Sekadar tambahan, dalam Daejong Film Awad ke 53 tahun 2016, film ini mendapat 2 penghargaan. Pertama atas Best Supporting Actor untuk artis Um Tae-Goo yang memerankan Yun Gye-Soon yang mati secara mengenaskan, dan juga untuk Best Art Design untuk Jo Hwa- Sung.

Saya kasih trailernya ya… 🙂

Di tanggal 1 Januarinya, saya melanjutkan menonton film lainnya: Midnight Children. Tentu itu karena saya selama ini hanya bisa menyimpan saja novel karya Salman Rusdhie itu di rak buku saya. Saya pikir, menonton filmnya lebih dulu, mungkin bisa kembali membangkitkan keinginan untuk membaca bukunya.

midnights_quad1-768x578.jpg

Walau ceritanya mengekspos anak-anak seperti yang dilakukan Rushdie di 2 buku lainnya yang sudah saya baca: Harun dan Samudra Dongeng dan Luka dan Api Kehidupan, tapi tentu yang ini berbeda sekali. Asal tahu novelnya telah memenangkan Booker Prize pada 1981, The Booker’s Booker Prize pada 1993 sebagai yang terbaik di antara para pemenang Booker Prize selama 25 tahun, dan The Best of Booker Prize Winners pilihan pembaca pada 2008 sebagai pemenang Booker Prize terbaik selama 40 tahun.

Mengambil setting di India saat akan mendeklarasikan kemerdekaannya dari Inggris tanggal 15 Agustus 1947. Saat itu lahir dua anak di rumah sakit yang sama. Yang satu dari keluarga Hindu di namakan Saleem dan yang lain dari keluarga Muslim dinamakan Shiva. Lalu seorang perawat menukar keduanya. Ini mungkin membuat kamu berpikir ceritanya sama dengan sinetron ala Indonesia, Bayi yang Tertukar, tapi percayalan, mutu dan garapannya keduanya bagai langit dan bumi.

Filmmaker Deepa Mehta berhasil menggambarkan India masa lampau yang artistik. Bagaimana perahu kecil yang membelah sungai India yang kotor, pasar yang berisik dan suasana politik yang kejam. Konon ia melakukan syuting dengan diam-diam untuk menghindari penolakan dari kaum garis keras.

Oya, cerita tertukarnya bayi itu baru awalan saja. Ada kisah keren setelah itu. Karena ternyata Saleem menyadari kalau bocah-bocah yang lahir di malam penuh sejarah itu memiliki kemampuan telepati. Setelah itu, cerita bergulir ke arah yang tak terbayangkan. Menurut saya begitu.

Saya sendiri suka di bagian-bagian awal, saat Saleem menceritakan tentang kakeknya, bagaimana kisah sebelum ia menikah dengan neneknya. Konon neneknya ini dari keluarga garis keras, yang saat sakit pun tak boleh dilihat wajahnya. Sehingga kakek Saleem yang seorang dokter, hanya memeriksa dari balik kain yang diberi lubang untuk tangannya memeriksa. Ternyata setelah perutnya yang sakit beberapa waktu kemudian giliran payudaranya, lalu barulah kepalanya. Saat itulah ia jatuh cinta.

Percayalah biasanya sehabis menonton film, saya jadi malas membaca bukunya. Untuk film yang ini, saya jadi ingin membaca bukunya. Ayo, dibantu baca Bismillah untuk buka plastiknya… 🙂

####

Iklan