Sebenarnya banyak sekali film-film tentang binatang yang sudah saya tonton. Tapi tahun 2017 ini, ada 2 film tentang binatang yang dirilis hampir bersamaan yang saya tonton. Awalnya sekadar saya tulis di status facebok saja. Tapi akhirnya saya putuskan saya kembangkan di blog. Karena sudah sebulan ini, blog saya sepi posting.. 😛

Yang pertama adalah OKJA.

okja.79437Film okja bukan sekadar film tentang Mija -anak kecil dari satu desa di Korea- yang mau menyelamatkan babi kesayangannya -Okja- yang di bawa ke New Yotk. Okja itu ternyata bukan babi sembarangan, ia adalah babi istimewa yang dibuat secara genetis hingga tubuhnya bisa besar luar biasa. Konon lebih besar dari gajah. Konon menurut perusahaan yang mengembangkannya, seekor babi unggul yang mereka ciptakan ini bisa menyuplai makanan bagi ratusan manusia.

Tapi karena babi itu diciptakan secara genetis, perusahaan tak mau langsung menjualnya. Ia menyamarkannya dengan menyerahkan 26 anak babi itu pada 26 petani/peternak di 26 negara. Perusahaan berharap orang-orang menganggap babi-babi itu tumbuh dalam keadaan normal seperti babi-babi pada umumnya.

Tapi ternyata Mija tak mau menyerahkan babi kesayangannya. Mereka memang sudah bersahabat. Mija bahkan lebih kerap memilih tidur bersama babi itu, dair pada di kamarnya yang nyaman. Maka terjadilah upaya Mija merebut kembali Okja. Tentu upaya Mija akan sia-sia bila ia tidak dibantu oleh kelompok Animal Freedom, sekelompok orang pecinta binatang yang kerap membebaskan binatang—binatang dari tempat-tremnpat penjagalan.

Bersama kelompok itu, Mija merancang membawa kembali Okja, sekaligus membuka kedok perusahaan itu. Tapi walaupun mereka sudah menyiarkan video kekejaman perusahaan, tapi
pemilik perusahaan babi unggul itu -dua orang kembar yang saling bersing- nampak tak gentar. Bahkan saat salah satu pegawainya menanyakan apakah ia tak takut daging-dagingnya tak laku karena orang-orang tahu tentang keadaan yang disembunyikan, ia menawab ringan, “Dont be silly, kalau daging ini murah, mereka tetap akan membeli!”

Hmm, kasusnya sebenarnya hampir sebelas-duabelas dengan ayam lehor? Mereka disuntik biar gemuk, diberi obat biar tetap hidup, piyik2 jantannya diblender untuk dijadikan makanan lagi, beberapa yang tumbuh cacat tak menjadi masalah, asal dagingnya dianggap cukup saat tiba waktunya pemotongan…

Satu adegan paling menyedihkan buat saya adalah saat Mija dan Okja akan keluar dari peternakan babi unggul itu. Sepasang babi dalang kadang bersar tiba-tiba menahan pagar besi agar pasangannya bisa melemparkan anak babi ke luar. Okja segera paham, dan segera memasukkan bayi babi itu ke dalam mulutnya sebelum penjaga melihatnya. Sungguh, ini adegan yang terus terngiang selepas film berakhir.

Ini trailernya:

Film satunya lagi adalah The Zookeeper’s Wife.

MV5BNTY3YmZmYmMtZjc3Zi00N2VjLWE5ZGMtN2M0ODkzOGQ5M2UyL2ltYWdlL2ltYWdlXkEyXkFqcGdeQXVyNTk1MTQ3NDI@._V1_SY1000_CR0,0,647,1000_AL_Sepertinya tragedi yang paling kerap diangkat ke dalam buku dan film mungkin adalah tragedi saat kekejaman Nazi. Kalau di indonesia mungkin sama dengan … tragedi 65-lah.
Padahal untuk film tentang nazi sepertinya sudah banyak perspektif. yang diangkar. Yang saya tahu aja ada:
yang penuh dengan musik ada The Pianist
yang mencekam ada The Schindler’s List
yang lucu-lucu piye ada Life is Beautiful
yang tokohnya anak-anak ada The Boy with the Striped Pyjamas
yang berkaitan dengan buku ada The Book Thief

Tahun 2017 ini muncul lagi satu film berlatar Nazi dengan perspektif dari pecinta binatang. Awal film ini terasa menyenangkan sekali. Adalah sebuah kebun binatang di pusat kota Warsawa, Polandia. sang zookeeper’s wife -Antonina Zabinska- tiap pagi punya kebiasaan bersepeda bersama Adam -salah satu anak unta yang ada di situ- untuk menyapa hewan2 lainnya. Lalu ia membuka sendiri gerbang kebun binatang yang sudah ditunggu oleh beberapa orang pengunjung.

Aaat bom Nazi menghancurkan kebun binatang, beberapa hewan mati dan keluar dari kebun binatang. Lalu selepas ketegangan mereda, satu-persatu penduduk kota, datang membawa hewan2 itu kembali ke kebun binatang, (tentu bukan macan dan singo yaa..) Bisa dibayangkan kalau itu terjadi di indonesia negeri kita tercinta? Pastilah saat2 seperti itu jadi waktunya panen bagi pedagang binatang di pasar2… 😛

Sebenarnya setelah kebun binatang dikuasai Nazi, kisahnya jadi sedikit stereotif: pasukan-pasukan Nazi yang semakin terlihat brengsek, dan adegan penyembunyian orang-orang Yahudi.  Apalagi suami Sang zookeepers’s wife memutuskan ada di tengah-tengah itu. DIdukung istrinya mereka kemudian mulai menyembunyikan orang-orang yahudi di kandang-kadang binatang mereka. Ketegangan-ketengangan jadi terasa sekali saat mereka harus berdekatan dengan pasukan Nazi. Terlebih kawan lama mereka yang songong, akhirnya benar-benar menjadi jahat karena keadaan ini.

Tapi di antara ketegangan itu, tetap menyenangkan melihat Antonina yang selalu terlihat sedang memeluk hewan2 yang tersisa dari kebun binatangnya. Herannya, dari musang, anak macan, kangguru, kelinci, dan beberapa lainnya, tak nampak dari mereka yang ingin melepaskan dari pelukannya. Benar2 hewan2 yang punya selera 🙂

Ini trailernya:

Iklan