23334242_10212881837952887_3480931377862049194_o

Saya tipikal penulis yang saat dimuat tulisannya di media, selalu mencari bukti muatnya. Dulu saat masih remaja dan menulis di majalah Kawanku (waktu itu Kawanku masih majalah anak dan beralih ke majalah STIL —Sudah Tidak Ingusan Lagi), 2 cerpen saya dimuat di sana. Karena saya tinggal di Kupang, sulit sekali menjadi mejalah itu. Walau sudah memesannya di agen satu-satunya di Kupang. Alhasil, sampai sekarang saya tak pernah melihat penampaan cerpen itu. Walau saat saya kuliah di Solo, saya pernah memutari Shopping untuk mencarima, tapi tetap tak ada. Kadang ini membuat saya merasa ada yang belum tuntas di cerpen ini…

Tiga minggu lalu cerpen saya Umbira dan Keajaiban-keajaiban di Kotak Ajaibnya dimuat di Tribun Jabar. Sebenarnya sekarang saya mulai sedikit kendor untuk mewajibkan selalu mendapatkan edisi cetaknya. Saya pikir epapernya saja sudah cukup. Sialnya di edisi tanggal 15 Oktober itu, epaper Tribun Jabar juga tak ada. Jadi sekelas portal cerpen lakonhidup dan klipingsastra pun tak ada info tentang cerpen ini.

Herannya minggu depanya, Mas Pangerang P. Muda memposting epaper cerpennya di Tribun Jabar. Saya sempat menanyakan di mana ia mendapatkan epapernya, dan sempat pula diberi link sebuah portal. Tapi ternyata tanggal 15 Oktober juga tak ada…

Mungkin perkara mencari bukti muat seperti ini hanya bisa dirasakan para penulis koran. Orang-orang awam yang tak pernah menulis, mungkin menganggapnya ini satu hal yang biasa saja. Tak penting-penting amat. Ini yang kadang membuat kawan awam tak mendapatkan koran yang kita cari, tapi kawan penulis biasanya bisa mengupayakannya. Saya pernah dimintai kawan yang dimuat cerpennya di Solopos di hari Rabu. Untuk tugas mulia itu, saya mencari korannya hingga ke agen utama dan mendapatkannya. Saya senang membantu seperti itu, karena yakin akan kerap meminta bantuan seperti itu juga.

Untunglah kemudian saya menghubungi Mas Eli Rusli yang pertama kali menginformasikan cerpen itu di sastraminggu. Walau sempat lama tak dibalas (karena kami gak berteman di fb sebelumnya) Pada akhirnya, ia dengan baik hati, mau mengirimkan korannya untuk saya.

Sungguh, ini pencarian yang membuat lega… 🙂

Iklan