mr-sunshineDulu saya menonton Korea Drama. Bahkan di era dorama (drama Jepang) saya juga sempat mengikuti beberapa judul. Tapi sejak Empress Ki, saya memutuskan untuk tak lagi menonton drama. Saya pikir terlalu banyak waktu yang terbuang untuk satu cerita. Saya lebih fokus menonton movie saja.

Sialnya movie berjenis seaguk (sejarah Korea) tak banyak dirilis. Saya hitung-hitung setahun hanya ada 2-3 seaguk. Maka sudah setahun lalu habislah seaguk koleksi tahun-tahun lalu yang saya donlot.

Maka itulah di saat tidak produktif dan penyakit kemalasan akut menjangkiti saya, saya pun memutuskan menonton kembali drama seaguk. Saya kebut donlotannya. Tak hanya seaguk, drama yang hits tapi tak sempat saya tonton selama ini juga saya donlot. Tercatat beberapa judul saya nonton secara maraton sebulan ini. Semuanya bagus, dan berkesan.

Sampai kemudian saya menonton: Mr. Sunshine…

***

Saya merasa senang mengambil keputusan kembali menonton drama. Terlebih menonton Mr. Sunshine garapan TvN yang berseri hingga 24 episode. Ini drama yang membuat mata saya terbelalak. Kalau biasanya menonton drama hanya karena rasa penasaran yang kuat, Mr. Sunshine mengubah kebiasaan itu. Saya nikmati sekali scene perdetiknya. Bahkan ketika sampai di seri pertengahan, saya mulai merasa tak ingin drama ini cepat-cepat selesai. Saya menonton pelan-pelan, bahkan saya ulangi di beberapa adegan yang bagus,

Setting drama ini ada di tahun 1900an, diawali dengan serangan Amerika di semenanjung Korea. Di masa itu fungsi kerajaan ada di titik nadir. Kepercayaan rakyat Korea seperti tak lagi ada. Negeri-negeri seperti Jepang, Rusia, Inggris China dan tentu Amerika, berniat menguasa negeri ini, hanya untuk menunjukkan kebesaran bangsa mereka.

mrsunshine_characters-1024x303

Ide dasar drama ini sudah menarik, tentang gadis bangsawan yang berbeda dari bangsawan lainnya di masa itu. Ia ingin berbuat sesuatu kepada negerinya, saat kesadaran untuk berbangsa belum cukup ada. Untuk itu, ia harus mendobrak adat dan kebiasaan yang ada di negerinya. Gadis itu adalah Go Ae Sin (diperankan Kim Tae Ri). Dan kisah ini hampir seluruhnya terpusat padanya.

Kemudian ada seorang laki-laki Korea yang menjadi tentara di Amerika. Ia ditugaskan menjadi pimpinan di legasi Amerika di Korea. Awalnya tak ada yang tahu kalau ia adalah bekas anak seorang budak yang melarikan diri dari tanahnya, dan diselamatkan oleh seorang misionaris.  Laki-laki ini -Eugene Choi diperankan Lee Byu Hun- membawa dendamnya sendiri pada negerinya.

Laki-laki lainnya adalah Goo Dong Mae (diperankan Yoo Yoen Seok), seorang anak bekas jagal, yang statusnya di masa itu begitu rendah. Ia melarikan diri ke Jepang, dan berhasil menjadi samurai yang ditakuti. Oleh organisasinya ia dikirim ke Korea untuk menjadi -katakanlah centeng. Walau ditakuti, tapi ia rela melakukan apa saja untuk orang yang dicintainya. Karakter inilah yang banyak disorot media Korea, karena dianggap meromantisasi orang-orang pro Jepang.

Laki-laki ketiga adalah Kim Hae Sung (Byun Yo Han). Ia adalah putra tunggal dari bangsawan paling kaya di Korea, seorang hedonis yang awalnya tak saya sukai (dan saya yakin penonton pun begitu). Apalagi saat semua tahu ia adalah tunangan dari Go Ae Sin. Namun perjalanan hidupnya yang selalu nampak ceria, ternyata membuat langkah-langkah yang mengejutkan. Dari caranya meminta maaf atas nama keluarga pada Eugene Choi, bahkan caranya membatalkan pertunangan dengan Go Ae Sin. Kupikir karakter Kim Hae Sung adalah karakter paling banyak berkorban di drama ini. Karakter yang meyakini apa yang terjadi padanya adalah karma dari leluhurnya. Sampai di akhir drama, saya bersedih atas apa yang terjadi padanya.

Ketiga laki-laki ini mencintai Go Ae Sin dengan caranya masing-masing. Mereka selalu menolong gadis muda itu, walau menyadari kalau jalan hidup yang dipilih gadis itu benar-benar tak biasa, dan mampu mengorbankan diri mereka sendiri.

Kematian seperti begitu dekat dengan Go Ae Sin. Satu adegan yang selalu saya ingat adalah saat ia -dengan penutup wajahnya- sedang melarikan diri setelah menunaikan  tugas dari kelompok yang didukungnya, Goo Dong Mae yang mengejarnya, seharusnya bisa menembaknya dengan tepat, namun gerak tubuh dan sinar mata tokoh bertopeng itu, yang kemudian menyadarkan Goo Dong mae untuk menembak ke bagian tubuh yang lain.

Oya, satu tokoh uatama lagi yang belum diulas adalah Hina Kudo alias Le Wang Ya (Kim Min Jung). (kupikir pemakaian nama tokoh ini karena penulis scriptnya menyukai Detektif Conan atau Sinichi Kudo… :)) Ia tokoh yang selalu nampak elegan, mewah dan gembira. Tapi sebenarnya ia merupakan tokoh yang paling kesepian. Terlebih setelah menyadari ketiga laki-laki yang ia sukai, semuanya menyukai satu gadis yang sama.

Sungguh, jarang2 ada film atau drama dengan 5 karakter tokoh yang semuanya kuat dan menarik untuk diikuti. Mr. Sunshine menyajikannya dengan baik -bahkan kalau boleh saya menulis dengan bombastis: sempurna.

Masa lalu yang buruk seperti jadi kunci untuk menautkan semuanya. Setiap serinya bagai membuka satu rahasia yang disimpan dengan baik sejak awal. Dan itu yang membuat drama ini mampu mengikat penontonnya. Masa lalu yang membentuk karakter-karakter drama di sini. Jangan bayangkan kisah cinta menye-menye yang sering kamu tonton di drama lain. Di sini kisah cinta dibuat begitu elegan. Rasa pahit masa lalu seperti masih membekas. Tapi jangan salah dan menduga kalau semuanya terasa muram. Joke kecil kadang hadir tak terduga. Dan itu bagai oase yang akan dikenang di sepanjang drama.

Mr-Sunshine.167d4bffb4924d1f9b2cd58e6d8b8818

Tentu selain cerita yang keren, ada juga cinematografi yang aduhai. Scene perang begitu mempesona, apalagi scene romantis antara Go Ae Sin dan Eugene Choi. Mereka ada dalam berbagai keadaan: saat hujan, di atas sungai yang membeku, di jalanan saat daun-daun jatuh, di puncak bukit yang dikelilingi cakrawala yang indah. Ya, just info, drama ini dibuat selama 1 tahun, itu karena cerita drama ini ada dalam 4 musim berbeda. Ini yang membuat Kim Sa Rang yang seharusnya menjadi pemeran Hina Kudo, akhirnya digantikan oleh Kim Min Jung.

Satu lagi yang membuat drama ini begitu keren, adalah pemilihan dialog-dialognya. Saya sering sengaja mengulangnya karena beberapa dialog dibuat dengan sangat matang dan cerdas. Tentu ini karena ditunjang juga oleh semua pemain yang aktingnya di atas rata-rata. Dialog tentang kata ‘love’ saya pikir satu yang selalu membuat saya tersenyum.  

Lalu apa kekurangan drama ini? Rasanya aneh cuma menulis keunggulan-keunggulannya saja. Menurut saya ada beberapa bagian yang -bisa dikatakan menjadi kekurangan drama ini. Yang pertama tentu karakter Goo Dong Mae. Beberapa tindakannya agak sedikit lebai. Misalnya saat ia memotong rambut Go Ae Sin. Karakter Goo Dong Mae memang terasa berubah di episode-episode pertengahan. Menjadi lebih galak dari sebelumnya. Ini mungkin buntut dari protes media karena karakter ini dianggap meromantisasi orang-orang pro-jepang.

Satu lagi yang agak mengganggu adalah: drama ini mengumpulan kematian-kematian di episode akhir. Hingga membuat kematian yang seharusnya menjadi kematian utama, menjadi terasa datar. Saya pikir ini pastilah karena air mata sudah terkuras di scene-scene sebelumnya. Kematian utama ini juga terasa sedikit lepas dari kelogisan kisah yang dibangun secara kuat dari awal. Menembak sambungan kereta api dengan satu peluru, saya merasa seperti tiba-tiba terlempar tengah menonton film India. .. 🙂

Tapi lepas dari itu semua saya suka drama ini. Bahkan saya merasa, setelah menonton ini, saya jadi merasa drama-drama lain yang pernah saya tonton selama ini jadi terasa biasa. Entahlah. Sepertinya saya harus berterima kasih pada Kim Eun Sook penulis skriptnya. Juga sutradara Lee Eung Book. Ini kolaborasi maut setelah Descendant of the Sun dan Goblin. Tak sabar menunggu karya mereka berikutnya…

 

foto-foto diambil dari:

https://www.layar.id/tv/gebrakan-drama-mr-sunshine-raih-rating-tinggi/

orangemagazine.ph/wp-content/uploads/2018/07/mrsunshine_characters-1024×303.jpg

https://netflixinbelgie.be/netflix-aanbod-belgie/mr-sunshine-op-netflix/

Iklan