59458121_10216746765293655_6577134886405013504_o

Sudah lama sekali baca buku karangan Simon Winchester ini, sampai butuh hampir satu jam mencarinya di antara buku-buku lainnya.

Yang pasti, The Professor and the Madman, film yang lebih ingin saya tonton daripada End Game.

Dalam novel, terasa sekali aroma kamus, mungkin karena di setiap bab dimulai dari satu kata dalam kamus berikut penjelasannya. Penjelasan itu yang kadang-kadang membawa detil yang lebih dari seharusnya.

Sebuah kamus -bisa jadi- bukan buku yang dipuja pembacanya. Tak pernah ada pembaca yang selfie dengan kamus, tidak seperti buku lainnya. Kisah kamus yang merupakam proyek lanjutan dari kamus-kamus, kehilangan rohnya. Ada baiknya kembali mengilas balik bagaimana kamus pertama dibuat.
The Professor and the Madman metupakan kisah pembuat kamus Oxford yang ternama itu. Banyak hal-hal mengejutkan selama proses pembuatannya.

Satu hal paling utama ternyata pembuatnya adalah orang Skonlandia yang banyak dibantu oleh seorang Amerika. Lebih mengejutkan lagi, sang amerika adalah seorang yang ‘sakit’, dan pernah membunuh.

Konon selama bertahun-tahun para akademisi di Oxford mencoba membuat kamus itu, tapi tak pernah mampu. Sampai muncullah sang profesor yang awalnya bukan siapa-siapa, bahkan tak lulus sekolah.

Setap kata dicari dengan sungguh-sungguh, hingga memakai literatur abad 17 hingga 18. Bahkan untuk kata yang sebenarnya cukup umum sekalipun seperti ‘approve’ dan ‘clever’

Jadi membayangkan kisah pembuatan kamus Indonesia, apakah seheboh ini juga ya?

Satu lagi yang ingin kukomentari karisma acting Sean Pean sebagai Madman bener-bener keren sekali. Ia sepertinya menenggelamkan acting Mel Gibson yang menjadi sang professor… 

Oya film ini juga rencananya akan dibuat Nobar oleh Pawon, sekaligus untuk acara buka puasa bersama

#theprofessorandthemadman #simonwinchester #melgibson #seanpean #oxford #kamus #kamusofxord#filmbaru #movie2019

Iklan