Sebelum heboh film Parasite, seharusnya film Burning juga bikin heboh. Film ini masuk nominasi di Cannes Film Festival tahun 2018, sempat juga masuk dalam daftar panjang Oscar untuk film asing terbaik. Satu lagi, film ini merupakan adaptasi cerpen Haruki Murakami, Naya wo Yaku (Barn Burning) yang ada di kumcer Hotaru (diterbitkan Shinchosha, Juli, 1984). Semua tahu betapa hitsnya Haruki Murakami di sini. Tapi tetap saja bikin film ini adem ayem…

Awalnya tema utama cerita film ini terasa sangat sederhana. Tapi gak ada yang terlalu sederhana di cerita-cerita Murakami. Ciri khasnya yang gak merasa penting menyelesaikan misteri yang dibuatnya, kental banget di film ini.

Jong-Soo (diperankan Yoo Ah-in) ingin menjadi penulis, tapi ia bekerja sebagai delivery man di perusahaan ekspedisi pengiriman barang. Saat bekerja, ia bertemu dengan kawan masa kecilnya, Hae-Mi (diperankan Jeon Jong-Seo). Suatu hari, saat mereka bertemu untuk minum-minum, Hae-Mi bercerita kalau ia berencana berpergian ke Afrika dan meminta Jong Soo mau mengurus kucingnya (Ah cerita kucing lagi… yang sudah banyak ditulis Murakami…)

Baberapa hari kemudian, Hae-Mi menelepon, dan meminta Jong Soo untuk menjemputnya di airport. Di situlah Hae Mi mengenalkannya pada Ben (diperankan Steven Yeun), yang ditemuinya saat di Africa.

Karakter Jong Soo yang lebih banyak diam dan karakter Hae Mi yang suka bercerita dan sedikit tak biasa, bikin paduannya terasa tak bersambut. Lihat bagaimana saat mereka bercinta pertama sekali, ada rasa janggal. Lihat juga saat Hae Mi menari di depan kawan-kawan Ben, juga saat ia menari telanjang di bawah senja yang muram. Jong Soo hanya diam menatap dengan tatapan datar, dan -pada akhirnya- marah.

Dan Hae Mi lalu lenyap. Film yang awalnya terasa sederhana ini pun berubah. Dugaan-dugaan mulai muncul mengganggu di kepala kita.

Mencari Hae Mi kita terpaksa mengikuti jalan pikiran Jong Soo yang diam. Ini membuat semua hal jadi terasa gak mudah. Walau sudah mencoba melihat detail yang ada, tapi detail-detail itu seperti dihancurkan lagi oleh petunjuk yang lain. Misalnya cerita tentang sumur, yang semula disangkal orang tua Hae Mi, ternyata dibetulkan oleh ibu Jong Soo. Tinggal penonton yang nelongso terus menebak-nebak. Juga kisah tentang kucing milik Hae Mi yang sebelumnya tak pernah nampak, namun kemudian seperti lenyap, dan munculnya seekor kucing di rumah Ben…

Belum lagi endingnya… Bajindul tenan! Kalau saya ceritakan di sini, tentu kamu akan misuh-misuh.

Satu yang pasti film ini benar-benar mempermainkan imajinasi penontonnya. Kamu gak akan merasa tenang selesai menontonnya…

Ah…

 

#filmkorea #filmkorea2019 #LeeChangDong #YooAhin #JeonJongSeo #StevenYeun