MV5BMDFkYTc0MGEtZmNhMC00ZDIzLWFmNTEtODM1ZmRlYWMwMWFmXkEyXkFqcGdeQXVyMTMxODk2OTU@._V1_Beberapa hari lalu, saya mengomentari status kawan saya yang menonton film lama untuk ketiga kalinya, dan kawan saya itu menjawab komentar saya dnegan; kalau ini masih mending, Mas. Film The Shawsank Redemption kutonton hampir 10 kali.

Saya sendiri, walau sudah menontonnya di jaman rental vcd bajakan, saya lupa detail ceritanya. Yang saya ingat, film itu berkisah tentang orang yang melarikan diri dari penjara. Bagus, tapi saya mengangapnya tak terlalu istimewa. Saya pikir, film yang ditonton berulang kali, haruslah film yang istimewa, setidaknya yaaa seperti Kungfu Hustle, hehe… Jadi saya pun mencoba menonton ulang film ini. Walau sudah dirilis hampir 2 dekade lalu, film ini ternyata tetap menarik. Belum terasa kejadulannya. Kisah di dalam penjara sudah sedemikian banyak dikulik oleh film-film lain, tapi kesederhanaan kasus dalam The Shawsank Redemption malah seperti menunjukkan kalau inilah penjara sebenarnya.

Film ini mengambil sudut pandang dari salah satu penghuni penjara, Red (yang dimainkan Morgan Freeman). Ialah yang menarasikan tokoh Andy (Tim Robbins) di dalam penjara. Mulai saat kedatangannya, hingga di pertemuan-pertemuan berikutnya. Penilaiannya jadi penting, karena ialah yang membuat kawan-kawannya -bahkan penonton- jadi merasa dekat dengan karakter itu, walau mereka tahu kasus pembunuhan yang membawanya ke situ. Ya, Andy ini konon masuk ke dalam penjara karena terbukti membunuh istri dan selingkuhannya.

Namun walau cerita ini terfokus pada Andy, sebenarnya beberapa tokoh pendukung juga dibahas cukup dalam. Misalnya tentang Red, yang sudah bertahun-tahun tinggal di penjara, sehingga ia dianggap sebagai orang paling disegani di penjara. Tentu, itu karena ia sendiri bisa memanfaatkan keberadaannya yang lama di penjatra dengan mampu menyediakan barang-barang yang diinginkan para napi lainnya.

Saya sendiri paling merasa tersentuh dengan kisah Brooke saat bebas dari penjara setelah hampir 50 tahun lebih di sana. Kisah ini jadi gambaran bila waktu di dalam penjara yang puluhan tahun itu, sebenarnya sudah benar-benar merampas hidup seseorang. Kebebasan yang akhirnya didapat, sebenarnya adalah pintu kematian yang dibuka pelan-pelan…

Aaaah…

Yang terakhir saya juga suka endingnya. Sederhana, dan mengena. Setidaknya saya bernapas lega mendapati kisah Red, tak seperti Brooke…

 

#theshawshankredemption #morganfreeman
#timrobbins