Shin-Se-Kyung-Rookie-Historian-Goo-Hae-Ryung-poster

“Bahkan perkataan menteri yg paling berkuasa tak kan bertahan puluhan tahun, tapi perkataan sejarawan akan hidup selama ribuan tahun…”

Drama Rookie Historian Goo Hae Ryung sebenarnya drama yang bagus, namun gak terlalu istimewa. Tapi sepertinya kisah sejarawan di masa itu menarik sekali buat ditulis…

Selama ini, setiap menonton film seaguk atau mandarin kolosal selalu ada seorang yang menulis di antara pertemuan raja dan menterinya. Saya pikir awalnya itu juru tulis, ternyata baru saya tahu kemudian kalau itu adalah sejarawan. Tugas mereka mencatat semua kejadian di kerajaan, terutama di rapat-rapat penting kerajaan. Di film Rookie Historian Goo Hae Ryung, tempat mereka bekerja dinamakan Departemen Titah Raja dan posisinya lepas dari departemen lain. Raja tak punya kuasa melihat catatan yang ditulis oleh sejarawan, karena semua kebaikan dan keburukan ditulis di situ. Poin inilah yang dijadikan materi utama drama ini. Bagaimana pun, secara naluri, banyak orang yang tak ingin dicatat sebagai orang yang jahat di kemudian hari, sehingga mereka rela mengubah catatan sejarah. Sebagian sejarawan mempertahankannya hingga mati, beberapa yang lain rela mengubahnya…

Awal-awal drama ini sangat menyenangkan, ringan dan lucu. Go Hae Ryung yang diperankan Shin Se Kyung, awalnya hanya perempuan pembaca cerita. Lalu ia bertemu dengan seorang roman yang dipuja banyak wanita. Tapi ia sendiri tak pernah tertarik, sehingga membuat penulis roman -yang ternyata pangeran itu (diperankan Cha Eun Woo)- jengkel sekali. Cerita kemudian bisa ditebak. Dari sebel-sebel, tapi selalu ingin bertemu, maka jadilah cinta. Wes, sampai di sini standart.

Pada saat yang sama, Goo Hae Ryung kemudian menjadi sejarawan perempuan pertama di kerajaan bersama 3 perempuan lainnya. Tentu di masa itu, saat peran gender masih begitu kuat, semua jadi terasa sulit. Penolakan tak cuma dari laki-laki tapi juga dari perempuan sendiri. Penghinaan, perlakuan tak layak jadi makanan sehari-hari para calon sejarawan perempuan ini. Bahkan para pria, rekan kerja mereka di Departemen Titah Raja, tak pernah menganggap mereka.

Aku merasa materi kisah ini menarik sekali. Alurnya yang cukup panjang, perlahan-pelan mulai memunculkan tanda-tanda -yang awalnya dimunculkan sekelebatan- sebagai tanda inti cerita. Masa lalu menjadi kunci. Keberadaan pangeran yang dikucilkan dan dibenci oleh raja, mulai terbuka pelan-pelan.

Saya merasa cerita di awal memang agak berlama-lama. Tapi ini merupakan bekal kisah cinta yang manis. Namun begitu 6 episode terakhir, drama ini seperti dikebut dengan Patas. Di 6 seri terakhir itulah, kejutan-kejutan beruntun terjadi, rahasia pun mulai terjawab.

 

 

Film ini tentu menarik buat siapa saja. Tapi saya ingin merekomendasikan kawan-kawan yang menyukai sejarah, yang biasanya setiap saya merilis novel berlatar sejarah selalu bertanya: data sejarahnya kuat gak?, seakan-akan tak bisa membedakan buku sejarah dan novel sejarah. Di sini kawan-kawan bisa melihat, pihak yang paling bisa membuat peran sejarawan menjadi begitu penting ternyata adalah penulis fiksi! šŸ˜›

Sebagai tambahan film ini sulit membosankan, karena Shin Se Kyung tampil menawan sepanjang film, sehingga 40 seri pun jadi tak terasa.

Berikut saya kasih tautan trailernya