Cari

Yudhi Herwibowo

mencoba terus menulis…

Kategori

buku saya

Enigma, tentang Kisah Cinta dan Sesuatu yang Tak Terjelaskan

Purna sudah Enigma, tentang Kisah Cinta dan Sesuatu yang Tak Terjelaskan!

Entahlah, sepertinya tak sering saya menulis dengan energi yang penuh. Seingat saya dari 28 buku yang sudah saya tulis hanya ada 2 buku yang saya tulis dengan perasaan seperti itu, Begitu meluap-luap, dan selalu menatanya dalam keadaan diam sekali pun. Buku itu Samurai Cahaya dan Pandaya Sriwijaya.

Dan saya bersyukur energi seperti itu kembali hadir di novel saya Enigma. Sepertinya tak lebih dari 2 bulan saya menggarapnya! Sebenarnya ini naskah lama saya. Lanjutkan membaca “Enigma, tentang Kisah Cinta dan Sesuatu yang Tak Terjelaskan”

Sakura Telawang, novel saya selanjutnya tentang jugun ianfu

Akhirnya bertepatan dengan hari pertama puasa, selesai juga naskah ini. Fuiiih, leganyaaaa… 😀

Saat memutuskan untuk menulis novel tentang perempuan korban dari jugun ianfu, rasanya saya memutuskan untuk melakukan sesuatu langkah berani.

Saya telah menulis lebih dari 27 buku sebelumnya, dan sebagian besar adalah novel yang selalu mengambil tokoh lelaki dalam sudut penceritaan saya. Memang sekali-dua kali saya pernah mengambil tokoh perempuan, namun hanya sebatas di dalam cerpen ataupun novelet. Tapi tidak di sebuah novel. Rasanya itu sama sekali tak terpikirkan. Terlebih bila itu tentang novel dimana narasi perempuan sangat dieksplorasi.

Tapi entah mengapa, selepas membaca Momoye, Mereka Memanggilku, saya tak lagi bisa menolak untuk tak menulis kisah tentang para perempuan korban jugun ianfu. Kisah perjalanan ibu Mardiyem di buku itu benar-benar menggugah saya, dan terus-terusan membuat saya merasa sedih.

Pernah saya tanyakan pada seorang teman tentang novel-novel lama yang bercerita tentang jugun ianfu. Tapi ternyata itu tak banyak. Ini membuat saya semakin tergerak untuk menulisnya. Dalam hati saya terus bertanya, bagaimana bisa sebuah kisah sepahit ini tak menarik minat penulis?

Maka beberapa bulan saya tulis buku ini: Sakura Telawang.

Saya cukup menikmati membuatnya. Setelah Pandaya Sriwijaya, yang kaya imajinasi, dan Untung Surapati, yang kaya data, saya ingin membuat sebuah buku sejarah lagi yang memposisikan data secara halus. Maka itulah saya mencoba tak memakai 1 footnote pun. Walau ada narasi sejarah, namun jumlahnya tak banyak, dan itupun saya pakai sekedar sebagai gambaran latar kapan kisah ini terjadi.

Untuk meyakinkah saya, saya kemudian meminta beberapa sahabat perempuan saya untuk membacanya terlebih dahulu. Saya ingin apakah naras laki-laki saya sudah cukup bisa mewakili narasi tokoh perempuan di buku ini. Sungguh, proses seperti ini di luar kebiasaan saya.

Akhir kata semoga novel ini tidak terlalu mengecewakan. Saya sama sekali tak berminat menjadikan buku ini sebagai novel sejarah atau pun novel sastra. Hanya sekedar mengisahkan sebuah kisah pahit yang pernah terjadi di tanah ini, sebelum terus semakin usang dan terlupakan…

Spring of Kumari Tears, short stories compilation

Akhirnya setelah cukup lama menunggu buku terjemahan saya Mata Air Air Mata Kumari terbit juga. Saat ini sudah dalam proses cetak digital. minggu depan insyaallah sudah bisa jadi. sengaja dicetak terbatas, karena tentu saya tahu, tak banyak yang akan mencari buku ini… ;P Lanjutkan membaca “Spring of Kumari Tears, short stories compilation”

Perjalanan Penuh Keajaiban, Kisah Perjalanan Kitta Kafadaru

Sebuah kisah lanjutan dari cerpen Kofa, dan

Kisah sebelum novel Perjalanan Menuju Cahaya

Rasanya lega sekali saat naskah yang telah terkonsep sekian lama akhirnya dapat juga diselesaikan. Simpul-simpul yang mulai saya rancang sejak tahun 2007, dan sempat tak tahu akan diikatkan kemana, akhirnya bertemu satu demi satu.  Terangkai seakan-akan tercipta begitu saja. Ini benar-benar menyenangkan.

Dulu selepas novel Perjalanan Menuju Cahaya dirilis, saya memang berniat menulis sebuah novel perjalanan lagi. Awalnya saya berencana memberi judul Miracle Joerney, lalu menggantinya lagi dengan judul Kitta Kafadaru, sebelum akhirnya memutuskan judul Perjalanan Penuh Keajaiban. Sebenarnya secara judul tentu saja Miracle Joerney lebih menjual, namun entah mengapa saya ingin novel ini bernuansa lokal, karena memang seting novel ini yang penuh dengan nilai lokal. Maka judul berbahasa Indonesia yang wajib saya pilih.

Novel Perjalanan Menuju Cahaya sendiri merupakan novel pemenang ketiga sayembara Penerbit Andi (tanpa ada juara satu dan dua). Di pasaran buku ini jeblog dengan sukses. Dan menjadi buku saya yang paling tidak laku… ;(

Namun sampai sekarang saya sangat suka konsep buku itu. Maka itulah saya kembali mengulangnya kali ini.

Lanjutkan membaca “Perjalanan Penuh Keajaiban, Kisah Perjalanan Kitta Kafadaru”

Untuk cover Mata Air Air Mata Kumari, saya merasa sangat rewel

menerbitkan kumpulan cerpen di masa sekarang?

sepertinya itu bukan sesuatu yang baik. pasar lesu untuk kumcer. kumcer2 dari sastrawan2 top pun banyak yang tak laku, dan akhirnya diobral.

namun tulisan2 di koran memang harus tetap dibukukan. koran terlalu cepat berlalu. saya sendiri sudah sejak lama berencana membuat kumcer. saya hitung2 cerpen2 dewasa saya yang pernah dimuat media cukup lumayan. sayang sekali bila harus dibiarkan dan terlupa. yaaa, sekedar untuk memberi jejak pada tulisan… Lanjutkan membaca “Untuk cover Mata Air Air Mata Kumari, saya merasa sangat rewel”

Mata Air Air Mata Kumari

merupakan buku kumcer dewasa pertama saya. berisi kisah-kisah paling saya sukai yang sudah pernah saya tulis. dan hampir semuanya sudah pernah dipublikasikan di media… Lanjutkan membaca “Mata Air Air Mata Kumari”

buku ke25…

sampai pertengahan tahun 2010 ini belum ada satu buku pun yang saya terbitkan, selain terjemahan naskah YouTube, success story saya ke bahasa Malaysia. untungnya dalam minggu ini mungkin akan terbit 1 lagi buku saya. ini buku ke25…

Gokil Backpacker.

Sebenernya sudah jadi lama. sekitar bulan februari. beberapa cerita bahkan sempet saya posting di catatan fb. namun selalu merasa gak pas buat ngeluarinnya karena 2 buku terakhir saya, Untung Ada Yudhi dan Gokil Van Ngekos terbit di waktu hampir bersamaan di bulan desember 2009.

semoga promonya dapat saling mendukung dan semakin mendongkrak  penjualan keempat buku sebelumnya, amiin… ;D

*****

Kalau Metro 10 mengadakan survey tentang ini, misalnya dengan pertanyaan: apakah alasannya yang paling sering dipakai para cowo untuk menolak ajakan cewe untuk nemenin ke pasar? Pasti jawaban saya ada semua di daftar 10 itu. Dari ketiduran, sakit, lupa, nemenin ortu, kursus, nengokin temen sakit, motor mogok, ngasih makan kucing, sampai salah masuk ke pasar yang lain, semua pasti ada!
— Perempuan Berkalung Jengkol
Lanjutkan membaca “buku ke25…”

YouTube Success Story diterjemahkan di Malaysia

rasanya kaget juga ketika menerima paket, yang sudah bisa kita tebak isinya buku, namun tak tahu buku apa. ini yang terjadi waktu saya menerima paket buku Youtube Success Story (B-First – Grup Bentang)  dalam edisi Malaysia sebanyak 4 eks. judulnya diganti menjadi DI SEBALIK TABIR YOUTUBE.

saya gak tahu bagaimana proses penerbitannya. uang pembelian hak ciptanya pun sudah dikirim sejak beberapa minggu sebelumnya. tapi tak ada orang penerbit yang mengabarkan hal ini sebelumnya.

hmmm, aneh juga. padahal saya yakin cerita seperti ini, merupakan cerita besar buat para penulis, termasuk saya…

Gokil van Ngekos

Buku ke24 saya akhirnya terbit di penghujung tahun 2009. alhamdulillah.

ini termasuk naskah paling lama yang saya tunggu. mungkin sekitar 11 bulan dari pertama kali saya kirimkan seblulan setelah Kuch kuch Lebai Hai terbit.

Konsep awal buku ini adalah lanjutan dari Asoi Geboi Bohai. Waktu saya kirim dengan judul : Asoi Lebai Lagai, sengaja dengan judul itu supaya ada hubungan dengan 2 buku saya sebelumnya : Asoi Geboi Bohai dan Kuch kuch Lebai Hai…

Tapi ternyata penerbit menggantinya menjadi Gokil van Ngekos. Gak masalah. judul ini jadi terasa lebih menjual.

Awalnya buku ini cuma memuat 24 cerita. Namun di akhir finishing layoutnya, saya menambahkan 3 cerita : voli pantai ala eltoros, mbah citro selingkuh sama demam fitnes.

Buku ini jadi terasa sangat penuh. tebalnya 224 halaman dengan font yang lebih kecil dari biasanya. kertasnya juga memakai kertas koran, hingga harganyanya cuma 24.500. sangat terjangkau bag abg yang kalo beli pulsa gocengan doang, hehe. Intinya : membeli buku ini terasa marem banget. tebel, fontnya kecil2 dan ceritanya banyak… bisa baca 7 hari 7 malam, hehe… Lanjutkan membaca “Gokil van Ngekos”

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑