Cari

Yudhi Herwibowo

mencoba terus menulis…

Tag

cerpen suara merdeka

Keris Kyai Setan Kober, Cerpen Suara Merdeka 30 Mei 2010

Mungkin agak terlambat mempostingnya. Tapi sejak dulu saya sebenarnya gak terlalu ingin mempostingnya, karena cerpen ini bisa dengan mudah didapat di mana saja via internet. Tapi karena tulisan kritik cerpen ini yangΒ  saya posting dulu (https://yudhiherwibowo.wordpress.com/2011/04/21/keris-kyai-setan-kober-sebuah-kritik-dari-mr-x/), terus-terusan menjadi ‘tulisan teratas’ di blog ini, jadi saya pikir tak ada salahnya saya posting cerpennya juga. hitung-hitung menaikkan pengunjung blog ini… πŸ˜€

Mari…

****

keris-kiai-setan-kober1

Dan siapa yang akan berani mengganggu lakuku?

Bahkan jin-jin itu pun kuharap akan jera!

β€” Empu Bayu Aji, masa Pajajaran 1150 M

AKU adalah gelora amarah!

Dengan bara bagai percahan matahari dan tempa bagai hujanan batu, aku mulai mengambil wujud. Laku dan mantra kemudian mengisi napasku satu demi satu. Masih kuingat jelas, walau telah ratusan tahun lewat, empu paling termasyur kala itu, menguntai bait-bait mantra dengan ambisi yang memuncak dalam relung hati. Keringatnya yang terus menetes, dan langsung pula menguap, bagai jawaban dari gejolak hati yang membuncah.

Waktuku tak lagi banyak, kematian telah begitu dekat, dan aku harus berbuat yang terbaik untuk terakhir kalinya!

Kala itu bagai seonggok orok yang beranjak tumbuh, aku terus mendengar desah batinnya. Walau halus dan tak terdengar oleh para abdi, namun sungguh, aku dapat mendengar dengan sangat nyata. Bahkan tak hanya suara itu, aku juga dapat mendengar suara-suara lainnya yang ada di sekeliling sang empu. Suara-suara tak jelas, seperti bisikan-bisikan berulang. Kadang tinggi, kadang sangat rendah, diiringi sesekali dengan suara cekikikan yang melengking, mendirikan bulu roma. Lanjutkan membaca “Keris Kyai Setan Kober, Cerpen Suara Merdeka 30 Mei 2010” β†’

Iklan

Michelle, Ma Belle, Cerpen Suara Merdeka 20 Desember 2015

12376077_10207057828556292_2725567397314076986_n

silahkan klik di:

http://id.klipingsastra.com/2015/12/michelle-ma-belle.html

Cerpen Seribu Peri, Suara Merdeka 27 April 2015

11178234_10205522732379847_5889799708114746065_n

silahkan masuk ke kliping sastra:

http://id.klipingsastra.com/2015/04/seribu-peri.html

Doomga, cerpen saya di Suara Merdeka, Agustus 2013

Image

Lupa, posting cerpen ini πŸ™‚

Cerpen Doomga di Suara Merdeka Agustus 2013. Sebenarnya ini cerpen yang sudah setahun lalu saya tulis, tapi baru beruntung bisa dimuat Agustus lalu, semingguan sebelum lebaran. Waktu itu saya habis membaca buku Singapura Tempo Dulu (Kobam), ada satu artikel tentang tahanan-tahanan yang dicap dahinya dengan tulisan Doonga. Saya pikir ini menarik, dan harus ditulis. Tentu setelah saya tambah-tambah dengan imajinasi, maka jadilah cerpen ini. Namun endingnya, sama sekali bukan fiksi. Tahanan itu, yang benar-benar bernama Suluk seperti di cerpen, memang berhasil kabur dengan terjun ke laut, di mana anak buahnya sudah menunggunya.

Jadi kalo kamu suka dengan cerpen ini, sebenarnya kisah sebenarnya juga sudah menarik. saya hanya memolesnya saja.

Jawaban untuk Mr. X

Kepada M. X yang baik…

Sebelumnya terima kasih kamu sudah mau menulis tentang cerpen ini. Saya senang ada yang mendalami cerpen ini sedemikian detail. Sayangnya, saya ikut merasa tak enak, karena kamu kecewa setelah membacanya…

Keris Kiai Setan Kober memanglah sebuah cerpen sejarah yang sebenarnya saya buat dengan sedikit keinginan untuk tak terlalu mengekspos sejarah. Nama keris itu memanglah demikian adanya. Sehingga harapan saya, bagi yang belum mengetahui sejarah Penangsang pun dapat menikmati cerita ini. Lanjutkan membaca “Jawaban untuk Mr. X” β†’

Keris Kyai Setan Kober, sebuah kritik dari Mr. X

Sebuah judul yang membuat penasaran. Sebagai orang yang bukan pecinta sejarah maupun bahasa, judul tersebut membuatku penasaran. Apakah itu nama sebuah keris? Apakah itu Keris milik Kyai Setan Kober? Siapa Kyai Setan Kober dan kenapa dia punya keris? Apa yang begitu menarik dari Keris ini? Maka saya pun mulai membaca cerpen ini dengan harapan bahwa saya akan mendapat sesuatu; apakah itu sejarah atau hiburan.

Sayang sekali saya dikecewakan. Ini hanyalah kasus yang sering ditemui di kelas Menulis Bebas 101: Tidak ada arah, dan berkata bukan bercerita.
Pada awal sudah langsung diketahui bahwa sudut pandang cerita harusnya adalah sudut pandang orang pertama, sang keris. Sayangnya sudut pandang orang pertama ini kelihatannya lupa bahwa dia seharusnya seorang keris yang sedang bercerita dan sering kali melompat menjadi burung di udara dan bercerita. Lanjutkan membaca “Keris Kyai Setan Kober, sebuah kritik dari Mr. X” β†’

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑