Cari

Yudhi Herwibowo

mencoba terus menulis…

Tag

cerpen

Kucing Ketiga Madam Sukotjo, cerpen lokomoteks.com edisi April 2017

sampul-loko-kucingoke-copy

bisa klik di sini:

https://lokomoteks.com/cerpen-yudhi-herwibowo-kucing-ketiga-madam-sukotjo/?frame-nonce=6929d69a19

Iklan

Cerpen Malam Mengenang Sang Penyair, Tribun Jabar 26 Maret 2017

17TJ26031007.pmdBisa klik ke web tribun Jabar di sini:

http://jabar.tribunnews.com/2017/03/26/malam-mengenang-sang-penyair

atau epapernya di sini:

http://jabar.tribunnews.com/epaper/index.php?hal=7

Cerpen Robodoi, Bajak Laut dari Tobelo, majalah Jawara edisi Sejarah, September 2016

Beberapa tahun lalu saya membaca buku Orang Laut Bajak Laut Raja Laut dari Adrian B. Lapian, ada satu kisah keren tentang bajak laut bernama Robodoi yang berpetualang di laut yang ada di sekitar Ternate dan Tidore. Sedikit petikannya yang saya ambil dari laman resmi Majalah Jawara:14570441_1716928885299538_3383940170246603829_n

Aku ingat bagaimana ayah pertama kali mengajakku dalam perahunya. Aku tak banyak bertanya kala itu. Namun, ketika ayah menyerahkan sebatang tombak padaku, aku sadar kalau ini tentu bukan sesuatu yang biasa. Seorang anak yang baru menjadi pemuda, dipercayakan sebatang tombak. Ini isyarat bagi semacam ritual inisiasi menuju kehidupan yang sebenarnya.

Aku tahu, sudah sejak lama ayah menjadi anak buah Sultan Nuku. Kesultanan itu memang tengah berperang melawan VOC. Maka itulah darahku mendesir ketika ayah menyuruhku dan beberapa pemuda lainnya menuju lautan.

Masih kuingat saat itu dengan lekat. Sebuah kapal yang diduga membawa puluhan budak akan menuju Sape. Awalnya, ayah memerintah kami untuk menunggu saat mereka menghancurkan kapal itu dan membawa budak-budak yang berhasil direbut, sebelum orang-orang berkulit pucat itu membelinya dan menjadikan mereka pasukan. Tapi, suasana tak bisa dikendalikan, saat meriam kapal besar itu mulai mengarah pada perahu kami.
Itu adalah peperangan pertamaku. Napasku seakan terhenti saat perahu yang kami tumpangi mulai meluncur.
Continue reading “Cerpen Robodoi, Bajak Laut dari Tobelo, majalah Jawara edisi Sejarah, September 2016”

Cerpen Surat-surat dari Surga di Kartini Februari 2014

1932534_3918982390715_563926499_o

foto Ricardo Marbun

Gogor, cerpen saya di Suara Merdeka 16 Februari 2014

IMG_2989 ok

Gogor

 Stttt… jangan ke sana!

Kukatakan padamu: jangan ke sana!

Aku tak mengucapan Kata-kata kosong. Aku serius! Sangat serius!

Aku tahu, aku seharusnya tak perlu mencampuri urusanmu. Aku juga tak ingin seperti itu. Bukankah selama ini selalu begitu? Walau sejak lama kau sudah menjadi orang yang kupilih, dari ratusan manusia di desa ini.

Sudah belasan tahun, kau memilih tinggal di tanah ini, tanah Botodayakan. Aku sudah mengenal dirimu sejak lama. Bahkan sejak kau masih dalam perut hangat ibumu, aku sudah menandaimu. Awalnya tentu saja, aku tak pernah ingin perduli dengan kau, juga dengan semua manusia di yang ada di sini.

Tapi ternyata kau berbeda. Kau lahir dengan tanda lahir berwarna merah darah. Orang-orang akan menyangka itu sekedar tanda lahir biasa. Tapi aku tentu saja tidak. Tanda lahir itu membentuk sebuah tanda yang sebenarnya berarti sebuah angka. Enam. Ya, enam, aku tak akan salah melihat.

Maka sejak itulah aku hadir padamu. Kuperhatikan dirimu, kutandai apa yang terjadi padamu. Hingga saat kau dewasa, aku tahu kau adalah laki-laki yang nyaris mati 6 kali.

Itulah yang membuatku memutuskan memilihmu. Continue reading “Gogor, cerpen saya di Suara Merdeka 16 Februari 2014”

Berencana Kirim Cerpen & Puisi ke Media? Berikut Saya Share Status Mas Riza Multazam Luthfy di Fb Sastra Minggu

sastra minggu copy

KORAN TEMPO = Puisi + Cerpen: ktminggu@tempo.co.id, Esai: kelik@tempo.co.id

KOMPAS = Puisi + Cerpen + Esai: opini@kompas.co.id

JAWA POS = Puisi + Cerpen + Esai: ari@jawapos.co.id, ariemetro@yahoo.com

MEDIA INDONESIA = Cerpen + Esai: cerpenmi@mediaindonesia.com

SUARA MERDEKA = Puisi + Cerpen + Esai: swarasastra@gmail.com Continue reading “Berencana Kirim Cerpen & Puisi ke Media? Berikut Saya Share Status Mas Riza Multazam Luthfy di Fb Sastra Minggu”

Cerpen PINTU di Koran Tempo 7 Juli 2013

Image

Asal muasal cerpen ini sekedar dari pertanyaan sederhana: apa yang ada di balik pintu?

maka itulah saya coba melukiskan 2 sisi pintu, walau dari bahan yang sama dan bentuk serupa, kadang punya 2 kisah yang berlainan. Syukurlah cerpen ini dimuat Kortem tak lebih dari 10 hari sejak saya mengirimnya.

Terima kasih sekali redaktur Kortem yang berkenan memuatnya…

2 cerpen di penghujung juni :)

sebenarnya sehari sebelumnya, atau sejak tanggal 29 juni 2013, saya sempat membaca seseorang menulis komen di fb sastra minggu. dia bilang  cerpen media indonesia; kota yang ditingalkan. saya sempat bertanya2 apa itu cerpen saya? karena cerpen asli saya berjudul kota yang ditinggalkan pengarangnya. untungnya esok paginya beberapa kawan menginformasikan saya, entah vias sms atau internet, tentang kabar itu.

ternyata cerpen saya lainnya, perempuan di balik pagar, juga dimuat di balipost. ini pertama kalinya 2 cerpen saya di minggu yang sama. cukup menyenangkan… 🙂 Continue reading “2 cerpen di penghujung juni :)”

Budak Sang Mestizo, cerpen saya di antologi Kisah-kisah yang Terburai di Telapak Tangan, terbitan TBJT

ImagePernahkah kau mendengar kisah tentang seorang mestizo, yang mengalami kematian paling mengerikan di negeri ini? Ia disiksa hingga tubuhnya hancur. Tangan dan kakinya yang diikat, kemudian dikaitkan pada 4 ekor kuda yang dipacu kencang dengan arah berlawanan, hingga tubuhnya pun tercerai berai menjadi beberapa bagian. Tak hanya di sampai di situ, kepalanya kemudian di gantung di gerbang kota untuk dipertontonkan kepada khalayak, dan ketika membusuk, dibangunlah untuknya sebuah tugu setinggi 2 meter yang di atasnya dipasang sebongkah tengkorang dengan tombak yang tertancap!

Kau mungkin sudah tak ingat lagi tentang kisah itu, tapi aku akan selalu mengingatnya dengan jelas. Sangat jelas, sejelas setiap kata yang ditulis di tugu pengingat itu:

Sebagai peringatan yang menjijikkan akan penghianat  yang dihukum, tak seorang pun sekarang atau untuk seterusnya akan diijinkan membangun, menukang, memasang batu bata menanamkan di tempat ini. Batavia, 14 April 1722.[1] Continue reading “Budak Sang Mestizo, cerpen saya di antologi Kisah-kisah yang Terburai di Telapak Tangan, terbitan TBJT”

Kisah Kera-kera Besar yang Pergi Menuju Langit, cerpenku yang ada di Jurnas 21 April 2013

 

27

2 cerpen saya bulan mei 2010

selesai membuat novel Untung Surapati 450 halaman, rasanya kog ya cape banget. ada perasaan males bikin novel. makanya daripada gak produktif saya kemudian milih membuat cerpen2 saja.

untunglah di bulan mei 2 cerpen saya dimuat.

pertama, Dua Mata Perak di Seputar Indonesia

http://mbahpradah.wordpress.com/2010/05/20/dua-mata-perak/

kedua, Keris Kiai Setan Kober di Suara Merdeka

saya http://lakonhidup.wordpress.com/2010/05/30/keris-kiai-setan-kober/

Blog di WordPress.com.

Atas ↑