Feeds:
Tulisan
Komentar

jadi inget dulu pernah dapet kiriman pic dari pembaca Seven Samurai. dulu dia masih anak smp, dan memanggil saya ‘paman’…  :D

sekarang sepertinya udah jadi anak gede… :D

makasih ya hegar…

beberapa hari yang lalu saya menerima email dari pembaca buku Samurai Cahaya. Sungguh, biasanya saya menerima email ucapan terimakasih, atau email seseorang yang suka dengan tulisan saya. tapi belum pernah ada yang sampai menulisnya dalam bentuk sajak atau puisi…

tengkyuu ya micka… :)

Lanjut Baca »

Gokil van Ngekos

Buku ke24 saya akhirnya terbit di penghujung tahun 2009. alhamdulillah.

ini termasuk naskah paling lama yang saya tunggu. mungkin sekitar 11 bulan dari pertama kali saya kirimkan seblulan setelah Kuch kuch Lebai Hai terbit.

Konsep awal buku ini adalah lanjutan dari Asoi Geboi Bohai. Waktu saya kirim dengan judul : Asoi Lebai Lagai, sengaja dengan judul itu supaya ada hubungan dengan 2 buku saya sebelumnya : Asoi Geboi Bohai dan Kuch kuch Lebai Hai…

Tapi ternyata penerbit menggantinya menjadi Gokil van Ngekos. Gak masalah. judul ini jadi terasa lebih menjual.

Awalnya buku ini cuma memuat 24 cerita. Namun di akhir finishing layoutnya, saya menambahkan 3 cerita : voli pantai ala eltoros, mbah citro selingkuh sama demam fitnes.

Buku ini jadi terasa sangat penuh. tebalnya 224 halaman dengan font yang lebih kecil dari biasanya. kertasnya juga memakai kertas koran, hingga harganyanya cuma 24.500. sangat terjangkau bag abg yang kalo beli pulsa gocengan doang, hehe. Intinya : membeli buku ini terasa marem banget. tebel, fontnya kecil2 dan ceritanya banyak… bisa baca 7 hari 7 malam, hehe… Lanjut Baca »

Untung Ada Yudhi

Ini bukuku ke23

buku komediku ke3 (harusnya ke4 ding)

begitu ngeliat covernya saya langsung wakakakak sendiri… dulu buku ini dijudulkan oleh penerbitnya Bentang : ‘BUDIO NO, BUDI ANDUK YES’. dan direncanakan akan terbit sebelum pemilu. tapi ternyata gak ngejer waktunya. makanya terus buku ini mengendap lamaaaaaa juga. baru kemudian dapet ide kayak gini! hehehe sebagai pengagum budi anduk saya merasa tersanjung, wekekek…

*****

Kambing Betina

Sebelumnya perlu saya klarifikasi kalau cerita ini sumpah mateng, bukannya mau mengikuti kesuksesan kambing jantan. Ini jelas berbeda. Karena ini merupakan cerita yang bener-bener tentang kambing! Saya menuliskan cerita ini karena belakangan ini saya sering makan sate kambing. Minimal seminggu 2 kali, atau kalau lagi sadar keresterol, yaaa, seminggu sekali saja. Sekarang ini saya punya tempat langganan sate yang asik punya. Kalau saya kesana, saya cukup datang saja, gak perlu mesen seperti biasanya ; “Satenya satu porsi, Mas, 10 tusuk. Gak perlu pakai ati, pilihin gajihnya yang banyak, entar kecapnya juga yang banyak ya, gak usah pake tomat sama bawang, tapi kolnya dibanyakin dan ditaruh dipinggir piring aja, jangan dicampur sama satenya, bakarannya yang mateng ya, Mas, trus nasinya satu setengah yang anget! Minumnya es teh, tapi kalau bisa yang mereknya yang Cap Gardu, karena wangi sama rasanya wuenak tenan… ”

Yap, saya gak perlu sampai ngomong sepanjang itu. Tinggal masuk, duduk di kursi, dan langsung deh dibuatin. Sip banget, pelanggan sejati ceritanya. Kalau dalam istilah Solo : Wis Lengganan, hehe!

Akhir-akhir ini memang kambing lagi banyak disuka. Itu mungkin karena sudah dibuat lagunya oleh grup musik Bruket, yang lagi naik daun. Inget kan lagunya?

hanya kambing yang bisa

membuuuuat aku jadi tergila-gila

membuuuuat aku jatuh ciiiinta

karena tak ada yang lain selainmu…

Setiap makan sate kambing saya sering mengkilas betapa menderitanya saya dulu karena jaraaaang banget makan sate kambing. Saya pol makannya ayam… lho ayam kan mahal? Bentar dulu, ayamnya ayam tiren, hikz… Hehe, lebaiiii!

Maka itulah karena sekarang sering makan sate kambing, saya bisa nandain sate yang enak dan sate yang enak banget (sate kambing memang cuma punya 2 rasa). Dan kesimpulan saya : sate yang enak itu bukanlah sate yang dibuat dari kambing yang masih muda, tapi kambing yang betina. Ini mitos yang bener…. bener-bener jayus maksudnya. Tapi walau jayus analisanya masuk akal kog. Gini : konon keringat kambing betina lebih sedikit dari kambing jantan. Makanya daginya gak apek. Lebih terasa… harum malah, hehe… rexona banget!

 Cerita soal kambing saya punya pengalaman seru bareng Ibun dan Tono. Dua anak ini dulunya walau culun, tapi memang kemaki luar bisa, hehe. Gak beda jauh dari saya, hehe. Sekedar deskripsi bagi mereka : Tono itu temen satu angkatan saya di arsitek, orangnya kurus, tinggi, dan kalau ngentut selalu ngaku. Sedang kalau Ibun, dia adalah temennya satu kost Tono. Anaknya pendiem, baik dan kalau ngentut pasti nuduh Tono, hehe…

*****

VCD Menuju Rumah CintaMu

dapet info dari temen di semarang, katanya vcd menuju rumah cintaMu udah ada di video Ezy. makanya langsung search di internet. ternyata emang beneran ada…
ah senangnya…
walau gak suka2 amat dengan buku dan filmnya, tapi emang kudu di koleksi ya…

info lengkapnya disini :

http://www.piramaxonline.com/product_information.php?product=30005387&title=(VCD)%20MENUJU%20RUMAH%20CINTA%20MU

Pertama kali melihat file cover novel ke22 ini, saya langsung jatuh cinta. keeerenz. walo beberapa temen komentar katanya gak matching sama sriwijaya. malah ada yang bilang berbau korea. tapi, saya suka. jadi gak perlu terlalu ditanggepin, hehe… Lanjut Baca »

Pandaya Sriwijaya


Pemilihan Pandaya Sriwijaya seharusnya telah usai. Namun, kehadiran seorang gadis bercadar dengan rajah kupu-kupu di pipinya membuat keputusan Dapunta Cahyadawasuna berubah. Gadis itu tak kalah hebatnya dengan pandaya terpilih, seorang pemuda dengan tiga pedang. Pertempuran keduanya, dengan jurus-jurus kejutan yang begitu dahsyat, seakan tak akan pernah berakhir. Berbeda dari tradisi sebelumnya, Sriwijaya kini memiliki dua pandaya. Sriwijaya, di tengah ancaman kerajaan tetangga dan kedatuan-kedatuan yang tengah berkhianat, masih menggenggam ambisi menguasai Bhumi Jawa. Dibutuhkan pendekar-pendekar kuat nan digdaya untuk mencapainya, selain juga armada-armada yang tangguh. Namun, upaya mempertahankan kebesaran Sriwijaya bukan tanpa biaya. Ada luka, tangis, amarah, dan tak kalah ketinggalan, dendam. Dan, tak ada yang mengira, sebuah dendam bisa memorakmorandakan kesatuan terhebat di penjuru nusantara pada masa itu. Berhasilkah para pandaya Sriwijaya mempertahankan kembali kebesaran yang selalu dibanggakan para leluhur? Dalam 12 purnama, Balaputradewa mengucurkan darah 25.000 nyawa. Semua demi kebesaran sebuah nama: Sriwijaya.

*****

sampai saat ini masih menjadi novel terpanjang saya. konon tebalnya 470 halaman. walau ceritanya fiksi, namun semua data tentang sriwijaya termuat disini. saya harap gak terlalu mengecewakan. karena saya suka ceritanya…

 

 Menyambut akan terbitnya mahakarya buku : Asoi Geboi Bohai duaaaaaaa, sebutkan 10 hal yang paling dikangenin dari buku

Asoi Geboi Bohai volume 1, tulisan Aa Yudhi H.???

  Lanjut Baca »

 

Akhirnya terbit juga novel ini.

Novel lanjutan dari samurai cahaya. Tapi dengan cerita yang lain. Kisah 2 bintang jatuh yang tersisa, Sano Ryu, sosok yang dikelilingi cahaya-cahaya ditubuhnya dan Yokushimaru Toshi, pewaris sah samurai cahaya…

Dan satu lagi kisah : putri dari Shoja, yang juga memiliki mata merah!

Semoga tak mengecewakan…

Sungguh, pernah kuceritakan pada kalian, sebuah kisah tentang sosok bermata iblis. Sosok yang selalu menaburkan ketakutan, kengerian, bahkan kematian, bagi siapapun yang melihatnya… Sosok yang cara matinya sungguh yang tak biasa… Sosok yang kesetiaannya tak pernah bisa terukur…

Dan ini adalah kisah, setelah kematian dirinya… Lanjut Baca »

Tulisan Sebelumnya »