Cari

Yudhi Herwibowo

mencoba terus menulis…

Kategori

Uncategorized

Quotes Laki-laki Bersayap Patah

promo 1

promo 2

Iklan

Cerpen Umbira dan Keajaiban-keajaiban di Kotak Ajaibnya, Tribun Jabar 15 Oktober 2017

Umbira

Di mana aku?

Perlahan-lahan Umbira mulai mengejap-ngejapkan matanya. Semula ia seperti tak dapat melihat apa-apa, tapi perlahan ia mulai melihat garis cahaya di kejauhan. Hidungnya yang semula hanya menyiium bau apek, kini mulai dapat menyium aroma wangi, seperti aroma bunga-bunga yang selama ini sering diciuminya.

Umbira tiba-tiba menyadari kalau ia ternyata berada di atas sebuah bunga. Ya, dalam sebuah bunga yang masih menguncup. Ini langsung membuatnya bertanya tak mengerti; kenapa aku bisa berada di sini? Tubuhku kan lebih besar dari bunga?

Umbira memutuskan untuk bangkit berdiri. Tangan kecilnya mencoba menyibak kelopak bunga di atas kepalanya. Satu demi satu, hingga seluruhnya akhirnya dapat tersibak. Umbira bagai merasa menjadi kumbang yang baru saja keluar dari kuntum bunga. Continue reading “Cerpen Umbira dan Keajaiban-keajaiban di Kotak Ajaibnya, Tribun Jabar 15 Oktober 2017”

Cerita Ringkas tentang Bukti Muat

23334242_10212881837952887_3480931377862049194_o

Saya tipikal penulis yang saat dimuat tulisannya di media, selalu mencari bukti muatnya. Dulu saat masih remaja dan menulis di majalah Kawanku (waktu itu Kawanku masih majalah anak dan beralih ke majalah STIL —Sudah Tidak Ingusan Lagi), 2 cerpen saya dimuat di sana. Karena saya tinggal di Kupang, sulit sekali menjadi mejalah itu. Walau sudah memesannya di agen satu-satunya di Kupang. Alhasil, sampai sekarang saya tak pernah melihat penampaan cerpen itu. Walau saat saya kuliah di Solo, saya pernah memutari Shopping untuk mencarima, tapi tetap tak ada. Kadang ini membuat saya merasa ada yang belum tuntas di cerpen ini… Continue reading “Cerita Ringkas tentang Bukti Muat”

Laki-laki Bersayap Patah, sebuah kumpulan naskah drama

promo yudhi 2

Sebenarnya sejak lama ingin membuat naskah drama. Hampir 2 tahun ini selalu nonton teater di Teater Arena dan Wisma Seni, rasanya ingin sekali ikut-ikutan menulis naskahnya.

Sebenernya ketertarikan saya dengan teater sudah lama. Sejak kuliah selalu nonton teater karea kost saya memang ada di sebelah TBJT, dulu amanya masih TBS.

Baru di tahun 2017 ini, terwujud. Ada 4 naskah drama yang saya tulis di sini. Yang pertama adalah Aku, Aku yang saya ubah dari cerpen saya Empat Aku yang pernah dimuat Koran Tempo. Sama juga dengan Terkutuk, cerpen yang baru sebulan lalu dimuat Koran Tempo. Ada satu lagi naskah dari cerpen yang elum dipublikasikan, judulnya saya pakai menjadi buku ini, Laki-laki Bersayap Patah. Yang terakhir adalah naskah drama berlatar silat, judulnya Pendekar Sesat, Pendekar Ular. Ini yang paling sederhana ceritanya, namun sepertinya yang paling rumit…

Tentu saya menulisnya masih sesuka-suka saya saja. Saya merasa teknik menulis naskah drama masih sedikit membingungkan. Buku naskah drama yang satu dengan yang lain, ternyata berbeda cara penulisannya. Maka saya putuskan buat sesuai keinginan saya saja… πŸ™‚

Buat kawan-kawan yang tertarik bisa menginbox saja… πŸ™‚

21740445_10212484045408322_5243430744584802193_n

Workshop cerpen ini ditunda kawan.

Tunggu ya…

Dua film Bagi Pencinta Binatang

Sebenarnya banyak sekali film-film tentang binatang yang sudah saya tonton. Tapi tahun 2017 ini, ada 2 film tentang binatang yang dirilis hampir bersamaan yang saya tonton. Awalnya sekadar saya tulis di status facebok saja. Tapi akhirnya saya putuskan saya kembangkan di blog. Karena sudah sebulan ini, blog saya sepi posting.. πŸ˜›

Yang pertama adalah OKJA.

okja.79437Film okja bukan sekadar film tentang Mija -anak kecil dari satu desa di Korea- yang mau menyelamatkan babi kesayangannya -Okja- yang di bawa ke New Yotk. Okja itu ternyata bukan babi sembarangan, ia adalah babi istimewa yang dibuat secara genetis hingga tubuhnya bisa besar luar biasa. Konon lebih besar dari gajah. Konon menurut perusahaan yang mengembangkannya, seekor babi unggul yang mereka ciptakan ini bisa menyuplai makanan bagi ratusan manusia.

Tapi karena babi itu diciptakan secara genetis, perusahaan tak mau langsung menjualnya. Ia menyamarkannya dengan menyerahkan 26 anak babi itu pada 26 petani/peternak di 26 negara. Perusahaan berharap orang-orang menganggap babi-babi itu tumbuh dalam keadaan normal seperti babi-babi pada umumnya. Continue reading “Dua film Bagi Pencinta Binatang”

18319387_1659770727390106_7589417616708425594_o

Link-link Donlot Film-film Tentang Puisi atau Penyair

Sebelum diinbox dan ditanyakan link-link donlot film-film yang saya upload di posting sebelumnya, saya kasih saja di sini. Tentu saja sebenarnya mudah mencarinya, cukup berkawan akrab dengan ganool, atau -untuk film-film lama yang gak terlalu ngetop- mungkin bisa ke kingtorrent.

Dead Poets Society (1989)

http://www.ganool.li/dead-poets-society-1989-bluray-720p-900mb/

Continue reading “Link-link Donlot Film-film Tentang Puisi atau Penyair”

My Instagram’s Quotes

follow instagramku di @yudhiherwibowo

pasti difollow balik… πŸ™‚

Selesaikan Bukumu! Mungkin ada Sesuatu yang Terselip di sana!

Beberapa tahun lalu, seorang kawan pustakawan membagi film ini via facebook. Saya sempat mengunduhnya. Tapi karena hardisk saya rusak, saya kehilangan film ini, dan sempat melupakannya sampai beberapa tahun.

Kemarin saat sedang mencari-cari sesuatu di youtibe, tanpa sengaja saya menemukan kembali film ini. Sekarang sudah 2,1 juta penontonnya. Maka supaya tak lagi kehilangan seperti dulu, saya posting saja film ini di sini.

Suatu waktu, saya pasti akan menontonnya kembali…

Buku Terakhir di 2016, Buku Pertama di 2017

Daripada lupa (lagi), mending ditulis (lagi).

Sebenarnya di akhir-akhir ini saya membaca beberapa buku sekaligus. Namun payahnya, banyak tak berhasil saya selesaikan. Beberapa di antaranya adalah Raden Mandasia milik Mas Yusi Pareanom, Theresa milik Emile Zola, Moemie Gadis yang Berusia 100 Tahun milik Marion Bloem. Sialnya yang terakhir ini baru saya selesaikan 100 halaman saja.

7166739_orig.jpgDi penghujung tahun 2016, saya menyelesaikan The 100 Year-Old Man Who Climbed Out the Window and Disappeared milik Jonas Jonasson. Sebenarnya buku ini sudah saya baca sejak tahun lalu. Tapi saya stuck di bab 14. Entah kenapa buku itu tertumpuk dengan buku lainnya, lalu seperti disappeared beneran. Tapi yang pasti saya merasa agak bosan membacanya. Bukan karena ceritanya jelek. Tapi lebih karena penulis yang seperti membuat alurnya bergerak sedemikian bebas. Tokoh utama Allan Carlsson seperti punya garis hidup istimewa yang dengan mudah berpergian ke mana pun, termasuk Indonesia, dan bertemu tokoh-tokoh pemimpin dunia dan berinteraksi dengan mereka. Walau di beberapa bagian ini bisa menjadi lucu dan membuat saya tersenyum, tapi di beberapa bagian lain ini membuat saya sedikit mengerutkan kening. Continue reading “Buku Terakhir di 2016, Buku Pertama di 2017”

Film Terakhir di 2016, Film Pertama di 2017

Daripada lupa, mending ditulis.

fullsizephoto753940Saat orang-orang lain bertahun baru, apesnya saya malah mendekam di kamar seorang diri berteman seekor cicak dan aroma tajam pengharum lantai. Saat seperti itu memang paling enak menonton film. Yang saya pilih malam itu adalah The Age of Shadow. Alasannya simple, saya sedang ingin menonton film-film bertema seperti Assasination yang rilis setahun lalu.

Ada 2 karakter kuat di film ini Lee Jung-Chool (diperankan Song Kang Ho) dan Kim Woo Jin (diperankan Gong Yoo). Dua-duanya karakter yang bertolak-belakang. Yang satu karakter opurtunis yang memilih menjadi antek penguasa Jepang, dan yang satu lagi merupakan tokoh idealis yang diam-diam aktif dalam gerakan kemerdekaan Korea. Namun pada akhirnya keduanya dapat bekerja sama, dalam jeda-jeda kebimbangan yang selalu ada pada sosok Lee Jung-Chool. Continue reading “Film Terakhir di 2016, Film Pertama di 2017”

cwk4a1puiai_f1k-jpg-large

 

Sekadar info…

(Novel dan Film) Pak Tua yang Membaca Kisah Cinta: Salah Satu Novel Favorit yang Tak Lagi Saya Punya

timthumb.php aaGara-gara membaca tulisan Mas Ronny Agustinus di blog-nya tentang Daftar Film yang Diangkat dari Literatur Amerika Latin, saya kaget mendapati novel Pak Tua yang Membaca Kisah Cinta (judul asli: Un viejo que leΓ­a novelas de amor, dan sudah diterjemahkan oleh Marjin Kiri) karangan Luis Sepulveda, ternyata sudah difilmkan sejak tahun 2001. Saya merasa kuper soal ini. Tapi info tentang film-film Amerika Latin memang tak banyak diekspos oleh media lokal, apalagi oleh situs-situs film lokal yang biasa saya donlot… :D.

Ini salah satu novel favotit saya. Tapi saya sudah tak lagi punya bukunya. Beberapa tahun lalu, seorang kawan meminjamnya, dan kemudian ia pindah. Saya tak lagi menanyakannya. Saya anggap sebagai kado tak terucap saja dari saya. Ini mungkin memang sudah nasib buku itu. Saya ingat, buku itu sendiri merupakan pemberian seorang kawan Goodreads. Waktu itu ia baru pulang dari pameran dan mendapati buku bagus itu hanya diobral dengan harga yang menyakitkan. Lalu ia menulis status di facebook untuk menawari pada kawan-kawan lainnya. Tentu saja saya mau. Dan beberapa hari kemudian, buku itu pun sampai di rumah saya. Mungkin, karena saya mendapatkannya dengan mudah, saya juga kehilangan dengan mudah. Continue reading “(Novel dan Film) Pak Tua yang Membaca Kisah Cinta: Salah Satu Novel Favorit yang Tak Lagi Saya Punya”

Buletin Sastra Pawon di JTV: Merawat Sastra di Kota Raja

segmen #1

segmen #2

segmen #3

segmen #4

Blog di WordPress.com.

Atas ↑