Cari

Yudhi Herwibowo

mencoba terus menulis…

Kategori

buku saya

Quotes yang Mungkin Sesuai dengan Hatimu… :) (bagian 2)

Quotes yang Mungkin Sesuai dengan Hatimu… :) (bagian 1)

 

Buat kawan-kawan yang mencari buku-buku lama saya, silahkan… :)

Buat kawan2 yang mencari buku-buku lama saya (dan baru tentunya), berikut saya buat listnya. Ini merupakan buku-buku yang masih ada pada saya, dan pada penerbit juga. Beberapa yang lain sudah tak ada stok. Saya sekadar menyimpannya buat arsip sediri…

promo-2016-1promo-2016-2promo-2016-3promo-2016-4

Tulisan Lama: Kisah Hemingway, dipetik dari buku 10 Kisah Penulis Dunia (bagian 2)

Wanita-wanita dalam Kehidupan Hemingway

BRAND_FYI_BSFC_116472_SFM_000_2997_15_20140905_001_HD_768x432-16x9Sejak karyanya yang kontroversial ini terbit, kehidupan Hemingway berubah. Ia jatuh cinta kepada Pauline Pfeifer, seorang wanita muda kaya dari Arkansas yang bekerja di Paris sebagai editor majalah Vogue. Hadley yang mengetahui hubungan cinta suaminya memutuskan untuk menceraikan Ernest. Akhirnya Ernest Hemingway menikahi Pauline pada bulan Mei 1927. Bertepatan dengan pengesahan perceraian Ernest-Hadley itu, persetujuan terakhir untuk menerbitkan buku The Sun also Rises tercapai. Dari perkawinannya yang kedua ini, Hemingway mendapat dua orang putra. Patrick dan Gregory yang masing-masing lahir pada tahun 1928 dan 1931. Sayangnya perkawinan Ernest-Pauline tidak dapat bertahan lama, yaitu hanya sampai tahun 1940.

Akhir dari perkawinannya kali ini ditandai dengan munculnya, sekali lagi tuduhan, kali ini dari Nona Gertrude Stein bahwa Torrents of Spring selain mengkritik gaya Anderson sebenarnya juga mengkritik gaya tulisan Stein. Tuduhan Stein ini tercermin dalam karyanya The Autobiography of Alice B. Toklas. Sudah barang tentu Ernest Hemingway sangat terkejut akan tuduhan nona Stein itu. Memang Torrents of Spring sebuah karya yang kontroversial.

Continue reading “Tulisan Lama: Kisah Hemingway, dipetik dari buku 10 Kisah Penulis Dunia (bagian 2)”

Tulisan Lama: Kisah Hemingway, dipetik dari buku 10 Kisah Penulis Dunia (bagian 1)

10 KISAHIni merupakan tulisan lama saya. Dulu saat merintis bukuKatta, saya dan Anton WP membuat buku 10 Kisah Hidup Penulis Dunia. Buku itu dibuat tipis saja dan dicetak 500 eks. Sudah beberapa tahun lalu buku itu habis.

Akhir-akhir ini karena sedang tidak produktif, saya membuka-buka naskah lama. Naskah ini salah satu yang saya buka. Saya pikir, dari pada tidak terbaca, saya petik saja satu kisah untuk blog saya. Semoga ada penerbit yang tertarik menerbitkannya kembali.

Oya, karena tulisan lama, jadi terasa masih kaku, dan masih ada beberapa EYD yang luput dari pengamatan saya. Harap maklum…

***

Tugas seorang penulis adalah menceritakan kebenaran.

– Ernest Hemingway

Ernest Hemingway lahir di Oak Park, Iilinois pada tanggal 21 Juli 1899. Ia merupakan anak kedua dari 6 bersaudara pasangan Dr. Clarence Edmonds Hemingway dan Grace Hall Hemingway.

Dalam keluarga, Dr. Clarence merupakan sosok yang begitu dominan. Ia selalu menekankan arti kata : “sudah sewajarnya.” Jadi, “sudah sewajarnya” seorang anak laki-laki itu berani. atau “sudah sewajarnya” seorang ayah yang pandai memancing mengharapkan anak lelakinya juga pandai memancing.

Continue reading “Tulisan Lama: Kisah Hemingway, dipetik dari buku 10 Kisah Penulis Dunia (bagian 1)”

Langit Lepas, novel terbaru saya

langit lepashari ini, saya menyelesaikan novel teraru saya.

judulnya Langit Lepas.

awalnya ini bukanlah sebuah novel. samai sekarang, saya sebenarnya banyak menulis cerpen, namun banyak cerpen2 itu tak dimuat di media. sekali waktu saya mencoba menghitung cerpen2 itu. ternyata banyak sekali cerpen yang ngendon di folder saya. maka itulah saya rancang sebuah novel dengan mengambil beberapa cerpen dari situ. cara ini sebenernya sudah pernah saya coba di Perjalanan Menuju Cahaya dan Miracle Journey, namun kedua novel itu sebenernya konsepnya sudah ada dulu, walau hanya di kepala. namun kali ini berbeda.

saya memilih cerpen2 dengan tokoh perempuan, lalu saya cari benang merah yang dapat menggabungkan semuanya. jujur saja ide ini muncul saat saya membaca and the mountains echoed – khaled hosseini. di novel itu ikatan kisah yang satu dengan yang lainnya kadang kuat kadang begitu rentan. dari situ saya berkeinginan membuat novel seperti itu.

pada akhirnya saya menentukan 7 perempuan untuk berkisah. 6 merupakan kisah dari cerpen saya, dan 1 sengaja saya buat baru.

karena mengambil dari 7 cerpen, ada 7 teknik bercerita. awalnya saya pikir akan saya samakan, namun setelah saya timbang2 lagi, saya pikir akan lebih baik bila ke7 tokoh ini memiliki 7 teknik becerita sendiri-sendiri. saya kemudian malah mengekspos teknik2nya.

semoga segera mendapat rumah terbitnya…

Enigma: tentang kisah cinta dan sesuatu yang tak terjelaskan, novel ke30 saya…

Image

.. tentang sebuah kisah cinta dan sesuatu yang tak terjelaskan…

Semua sepertinya kembali bertaut sejak datangnya undangan pernikahan Hasha dan Kurani. Saat mengirim undangan, Hasha sama sekali tak tahu bila 2 sahabatnya, Isara dan Patta, baru saja bercerai. Dulu, Hasha, Isara, Patta bersama Chang dan Goza, merupakan sahabat karib. Kelimanya kerap duduk bersama di bawah sebuah pohon besar yang ada di sebuah warung lotek di dekat Kanisius, Yogyakarta.

Hasha adalah seorang penulis yang lebih banyak diam. Ia suka bicara pada lilin-lilin dalam temaram. Saat kuliah ia sebenarnya memendam perasaannya pada Isara.

Isara, perempuan satu-satunya semenjak Kurani pindah. Awalnya ia seperti membalas perasaan Hasha. Namun sebelum sempat ia mengungkapkannya, ia tiba-tiba menjauh dari laki-laki itu. Setelah lulus, ia bahkan memilih menikah dengan Patta.

Patta, merupakan laki-laki ideal bagi semua perempuan. Pintar, menarik dan berkarir cemerlang. Sepanjang hidupnya, ia hanya pernah mencintai satu orang perempuan, Isara.

Chang, atau Indiray, merupakan sosok yang ingin menghapus masa lalunya. Ia telah menemukan sebuah tempat yang selama ini dicarinya. Namun ia selalu teringat pada sahabat-sahabat masa lalunya, terutama Hasha.

Goza, sosok yang selalu dapat mencairkan suasana dengan joke-joke-nya. Namun sebenarnya merupakan bedebah di antara kelimanya. Kelak ia memilih jalan paling mengerikan: menjadi pembunuh bayaran.

Kelimanya, tanpa pernah saling mengetahui, ternyata menyimpan rahasia masing-masing. Dan itu, sedikit demi sedikit, mulai terkuak beberapa tahun kemudian setelah kelulusan kelimanya…

Kisah ini memang tentang mereka berlima…

Dan satu di antara mereka, menyimpan rahasia yang dapat menautkan semuanya…

… ia dapat melihat jalan hidup yang lainnya!

 

Editor Anin Patrajuangga | Cover Rio | Penata Isi Gun | Ukuran 13 x 19 cm | Isi 223 halaman kertas book paper finland 57,5 gr | Rp. 49.000 | Cetakan I, 2013 | ISBN 978-602-251-192-2

bersama kawan2 penulis solo dalam antologi: kisah-kisah yang terburai di telapak tangan

“Para pencerita piawai adalah pesulap-pesulap yang baik. Mereka berusaha mengubah yang nothing menjadi something, atau sebaliknya dengan berbagai cara, dengan berbagai nonsens dan kebetuilan. Hasilnya mungkin kekosongan yang indah. Mungkin keriuhan yang sublim. Ke-12 pencerita dalam buku ini telah berjuang keras menghipnotis pembaca. Tak semua pembaca takjub atau mungkin kecewa karena tak semua pencerita mampu mengubah hal-hal biasa menjadi sesuatu yang terlalu. Tetapi percayalah setiap kreasi pencerita adalah sulapan kreatif yang mendebarkan hati kita…”
(Triyanto Triwikromo, sastrawan pemeroleh Penghargaan Sastra 2009 Pusat Bahasa)

JOGLO 14

cerpen saya di antologi ini adalah budak sang mestizo, cerpen sejarah tentang seorang bernama Pieter Elberveld yang diduga akan memberontak pada voc.  ia kemudian dihukum secara mengerikan. untuk menakut-nakuti, voc kemudian membangun sebuah monumen. Kelak monumen itu diberi nama  Monumen Pieter Elberveld. Dulu letaknya ada di Jalan Jakarta (sekarang Jalan Pangeran Jayakarta), sehingga orang2 dapat dengan mudah membaca tulisan di monumen itu:

Sebagai peringatan yang menjijikkan akan penghianat Pieter Erberveld yang dihukum, tak seorang pun sekarang atau untuk seterusnya akan diijinkan membangun, menukang, memasang batu bata menanamkan di tempat ini.Batavia, 14 April 1722.

Namun pada tahun 1942 monumen itu dihancurkan tentara Jepang yang baru tiba.

Enigma, tentang Kisah Cinta dan Sesuatu yang Tak Terjelaskan

Purna sudah Enigma, tentang Kisah Cinta dan Sesuatu yang Tak Terjelaskan!

Entahlah, sepertinya tak sering saya menulis dengan energi yang penuh. Seingat saya dari 28 buku yang sudah saya tulis hanya ada 2 buku yang saya tulis dengan perasaan seperti itu, Begitu meluap-luap, dan selalu menatanya dalam keadaan diam sekali pun. Buku itu Samurai Cahaya dan Pandaya Sriwijaya.

Dan saya bersyukur energi seperti itu kembali hadir di novel saya Enigma. Sepertinya tak lebih dari 2 bulan saya menggarapnya! Sebenarnya ini naskah lama saya. Continue reading “Enigma, tentang Kisah Cinta dan Sesuatu yang Tak Terjelaskan”

Sakura Telawang, novel saya selanjutnya tentang jugun ianfu

Akhirnya bertepatan dengan hari pertama puasa, selesai juga naskah ini. Fuiiih, leganyaaaa… 😀

Saat memutuskan untuk menulis novel tentang perempuan korban dari jugun ianfu, rasanya saya memutuskan untuk melakukan sesuatu langkah berani.

Saya telah menulis lebih dari 27 buku sebelumnya, dan sebagian besar adalah novel yang selalu mengambil tokoh lelaki dalam sudut penceritaan saya. Memang sekali-dua kali saya pernah mengambil tokoh perempuan, namun hanya sebatas di dalam cerpen ataupun novelet. Tapi tidak di sebuah novel. Rasanya itu sama sekali tak terpikirkan. Terlebih bila itu tentang novel dimana narasi perempuan sangat dieksplorasi.

Tapi entah mengapa, selepas membaca Momoye, Mereka Memanggilku, saya tak lagi bisa menolak untuk tak menulis kisah tentang para perempuan korban jugun ianfu. Kisah perjalanan ibu Mardiyem di buku itu benar-benar menggugah saya, dan terus-terusan membuat saya merasa sedih.

Pernah saya tanyakan pada seorang teman tentang novel-novel lama yang bercerita tentang jugun ianfu. Tapi ternyata itu tak banyak. Ini membuat saya semakin tergerak untuk menulisnya. Dalam hati saya terus bertanya, bagaimana bisa sebuah kisah sepahit ini tak menarik minat penulis?

Maka beberapa bulan saya tulis buku ini: Sakura Telawang.

Saya cukup menikmati membuatnya. Setelah Pandaya Sriwijaya, yang kaya imajinasi, dan Untung Surapati, yang kaya data, saya ingin membuat sebuah buku sejarah lagi yang memposisikan data secara halus. Maka itulah saya mencoba tak memakai 1 footnote pun. Walau ada narasi sejarah, namun jumlahnya tak banyak, dan itupun saya pakai sekedar sebagai gambaran latar kapan kisah ini terjadi.

Untuk meyakinkah saya, saya kemudian meminta beberapa sahabat perempuan saya untuk membacanya terlebih dahulu. Saya ingin apakah naras laki-laki saya sudah cukup bisa mewakili narasi tokoh perempuan di buku ini. Sungguh, proses seperti ini di luar kebiasaan saya.

Akhir kata semoga novel ini tidak terlalu mengecewakan. Saya sama sekali tak berminat menjadikan buku ini sebagai novel sejarah atau pun novel sastra. Hanya sekedar mengisahkan sebuah kisah pahit yang pernah terjadi di tanah ini, sebelum terus semakin usang dan terlupakan…

Spring of Kumari Tears, short stories compilation

Akhirnya setelah cukup lama menunggu buku terjemahan saya Mata Air Air Mata Kumari terbit juga. Saat ini sudah dalam proses cetak digital. minggu depan insyaallah sudah bisa jadi. sengaja dicetak terbatas, karena tentu saya tahu, tak banyak yang akan mencari buku ini… ;P Continue reading “Spring of Kumari Tears, short stories compilation”

Perjalanan Penuh Keajaiban, Kisah Perjalanan Kitta Kafadaru

Sebuah kisah lanjutan dari cerpen Kofa, dan

Kisah sebelum novel Perjalanan Menuju Cahaya

Rasanya lega sekali saat naskah yang telah terkonsep sekian lama akhirnya dapat juga diselesaikan. Simpul-simpul yang mulai saya rancang sejak tahun 2007, dan sempat tak tahu akan diikatkan kemana, akhirnya bertemu satu demi satu.  Terangkai seakan-akan tercipta begitu saja. Ini benar-benar menyenangkan.

Dulu selepas novel Perjalanan Menuju Cahaya dirilis, saya memang berniat menulis sebuah novel perjalanan lagi. Awalnya saya berencana memberi judul Miracle Joerney, lalu menggantinya lagi dengan judul Kitta Kafadaru, sebelum akhirnya memutuskan judul Perjalanan Penuh Keajaiban. Sebenarnya secara judul tentu saja Miracle Joerney lebih menjual, namun entah mengapa saya ingin novel ini bernuansa lokal, karena memang seting novel ini yang penuh dengan nilai lokal. Maka judul berbahasa Indonesia yang wajib saya pilih.

Novel Perjalanan Menuju Cahaya sendiri merupakan novel pemenang ketiga sayembara Penerbit Andi (tanpa ada juara satu dan dua). Di pasaran buku ini jeblog dengan sukses. Dan menjadi buku saya yang paling tidak laku… ;(

Namun sampai sekarang saya sangat suka konsep buku itu. Maka itulah saya kembali mengulangnya kali ini.

Continue reading “Perjalanan Penuh Keajaiban, Kisah Perjalanan Kitta Kafadaru”

Untuk cover Mata Air Air Mata Kumari, saya merasa sangat rewel

menerbitkan kumpulan cerpen di masa sekarang?

sepertinya itu bukan sesuatu yang baik. pasar lesu untuk kumcer. kumcer2 dari sastrawan2 top pun banyak yang tak laku, dan akhirnya diobral.

namun tulisan2 di koran memang harus tetap dibukukan. koran terlalu cepat berlalu. saya sendiri sudah sejak lama berencana membuat kumcer. saya hitung2 cerpen2 dewasa saya yang pernah dimuat media cukup lumayan. sayang sekali bila harus dibiarkan dan terlupa. yaaa, sekedar untuk memberi jejak pada tulisan… Continue reading “Untuk cover Mata Air Air Mata Kumari, saya merasa sangat rewel”

Mata Air Air Mata Kumari

merupakan buku kumcer dewasa pertama saya. berisi kisah-kisah paling saya sukai yang sudah pernah saya tulis. dan hampir semuanya sudah pernah dipublikasikan di media… Continue reading “Mata Air Air Mata Kumari”

Blog di WordPress.com.

Atas ↑