afatha cristie

Jadi saat 3 terdakwa –seorang Rabi, seorang pendeta, dan seorang imam- maju di Tembok Ratapan di Yerusalem, semua orang yang yang ada di situ seketika terdiam, ketika seorang lelaki dengan kumis aneh maju ke depan dan mulai menjelaskan teori tentang hilangnya salah satu benda berharga di Gereja Makam Suci.

Kumis laki-laki begitu menyita perhatian. Kalau kamu yang selama ini merasa kumis Mas Adam sudah top banget, percayalah bila berhadap-hadapan, kumis Mas Adam itu pasti akan menjura memohon ampun pada kumis ini. Kumis ini begitu karismatik. Warnanya abu-abu, melintang dari hidung hingga sepanjang pipi, bagai potongan ekor kucing yang sengaja ditempel dengan lem Uhu. Dan kalian tak perlu juga bertanya heran: masak sih kumis bisa begitu? Ini Eropa, gaes, mereka punya hormon kumis yang tinggi, tak seperti kita yang harus dibantu dengan minyak Firdaus. Continue reading “Agatha Christie dan Kumis Terbaik Poirot, Catatan Menonton Murder on the Orient Express”

Iklan