Cari

Yudhi Herwibowo

mencoba terus menulis…

bulan

Januari 2016

Membaca 4 Novel Pemenang Sayembara Novel DKJ 2014

dkj ok.jpgKadang, membaca memang harus dipaksa! Bila tak ada acara Bicara 4 Novel Pemenang Sayembara Novel DKJ 2014 yang diadakan Pawon, 23 Januari 2016 lalu, saya mungkin hanya akan membaca 1 – 2 novel saja yang saya pikir menarik. Namun karena adanya acara tersebut, mau tak mau saya harus membaca semuanya.

Setelah selesai membaca keempatnya, yang saya pikirkan kemudian adalah: apa benang merah dari keempat novel ini? Tentu juri saat itu: Nukila Akmal, Zen Hae, dan Martin Soerjajaya punya kesukaan masing-masing. Namun berbeda dengan sayembara 2 tahun sebelumnya, kali ini saya tak bisa menebak kesukaan-kesukaan juri tersebut. Keempat novel itu ā€“ Kambung dan Hujan, Di Tanah Lada, Napas Mayat dan Puya ke Puya– nampak berbeda satu dengan lainnya. Entah itu dari cara eksekusi ide, mengolah alur, bahkan pendalaman karakter demi karakter. Semuanya sungguh nampak berbeda. Continue reading “Membaca 4 Novel Pemenang Sayembara Novel DKJ 2014”

Buku-buku yang Saya Baca Sepanjang 2015

PEMBACAAN BUKU SASTRA ok Selama ini saya tak pernah membuat catatan atas buku-buku yang sudah saya baca. Tapi karena acara Pawon –Pertanggungjawaban Pembacaan Buku-buku Sastra Selama 2015- yang diadakan tanggal 10 Januari 2016 di rumah saya, saya jadi terpaksa membuat tulisan ini… šŸ™‚

Tahun ini, Seno Gumira Ajidarma mengejutkan dengan merilis 2 bukunya. Jejak Mata Pyongyang dan Tak Ada Ojek di Paris. Memang bukan kumcer, namun membaca Seno tetap saja menyenangkan. Apalagi buku Jejak Mata Pyongyang. Di situ kehebatan Seno sebagai fotografer bisa kita lihat. Sayangnya, saya tetap lebih menyukai narasi-narasi yang dibuatnya. Walau narasinya hanya beberapa lembar saja dengan ukuran font seperti ukuran catatan kaki, tapi kisah-kisah kecil di situlah yang membuat buku ini menjadi menarik. Sedangkan buku satunya, Tak Ada Ojek di Paris, merupakan tulisan kolom Seno di beberapa majalah, terutama Majalah Jakarta-jakarta. Detail tulisan untuk 2 buku ini sudah pernah saya posting sebelumnya. Bisa cek di sini.

Yang menyenangkan saya tanpa sengaja saya mendapat kumcer Negeri Kabut di salah satu toko online. Walau sebenarnya tak jauh berbeda dengan kumcer-kumcer Seno lainnya, buku ini menggenapi kumcer-kumcer Seno yang saya baca. Selain itu, novel Negeri Senja juga dicetak ulang lagi. Dulu buku ini terlewat saya beli, untunglah sekarang bisa saya baca. Buku ini saya pikir mengukuhkan Seno sebagai pemilik senja, jauh sebelum ia menulis Sepotong Senja untuk Pacarku. Continue reading “Buku-buku yang Saya Baca Sepanjang 2015”

16TJ16012016.pmd

Para Mata, cerpen saya di tamanfiksi.com edisi Januari 2016

para mata

Cerpen ini sempat masuk dalam 44 besar sayembara cerpen Taman Fiksi 2015. Tapi gak cukup beruntung untuk menang.

Silahkan buat kawan2 yang mau berseluncur di taman.fiksi.com

atau langsung ke: http://tamanfiksi.com/welcome/read/2016/01/14/167/0/39/Para-Mata

šŸ™‚

Simfoni Kesedihan, novelet Femina edisi minggu kesatu-keempat Januari 2016

 

Fiksi Majalah Femina bisa dilihat di sini.

Hanya saja biasanya postingnya memang agak terlambat… šŸ™‚

http://www.femina.co.id/waktu.senggang/fiksi/006/001

Blog di WordPress.com.

Atas ↑