Cari

Yudhi Herwibowo

mencoba terus menulis…

Tanggal

Desember 11, 2017

Novel saya selanjutnya: Sang Penggesek Biola, sebuah roman Wage Rudolf Supratman

Setelah Hoegeng saya terus berpikir siapa ya tokoh yang harus ditulis lagi. Tentunya ia orang (yang nyaris atau gak banyak) cela, dan bisa diterima semua orang.
Wage Rudolf Supratman satu yang saya pikir layak. Semua dari kita pernah berhubungan dengannya saat menikuti upacara dulu, tapi tak banyak yang tahu kisah hidupnya yang merana…
Dua tahun lalu saya mulai menulis novel ini, dan dalam bulan2 ini (bila lancar) akan dirilis oleh Penerbit Imania

Buat kawan2 kalau berkenan bisa memberi masukan atas 3 alt cover yang ditawarkan penerbit, juga masukan2 lainnya.

Thanks,,and wish me luck.. 🙂

Iklan

Cerpen Dua Telapak Tangan Umirra, Media Indonesia 10 Desember 2017

“Itu hanya film, Papa. Film harus berakhir bahagia untuk menyenangkan siapa pun yang sudah membayar tiket. Apalagi… ini film untuk anak-anak…”
Sebelum kujawab, kau sudah melangkah ke luar. “Lagian… aku tak suka film ini. Elsa terlalu berlebihan. Seharusnya ia tak begitu. Yang dilakukan kedua tangannya hanya membekukan segala hal. Bukankah tetap ada harapan dari semua yang membeku?”
Kau memandangku sejenak, “Tapi… tidak dengan dua tanganku. Semua hancur di tanganku. Semua mati. Tentu yang hancur dan yang mati, tak punya harapan apa-apa…”

Short Story: Robodoi, Pirate from Tobelo

robodoi net

Awal tahun lalu ceren saya dimuat di Majalah Jawara, judulnya Robodoi, Bajak Laut dari Tobelo. Cerpen ini merupakan pengembangan satu kisah pendek tentang RObodoi yang ada di buku Anak Laut, Bajak Laut, Raja Laut dari Lapian.

Tentu sangat bermuatan sejarah, apalagi disitu dikutip syair pendek dari abar 19 tentang  bajak laut Tobelo. Maka itulah majalah Jawara memuatnya di edisi sejarah. Lanjutkan membaca “Short Story: Robodoi, Pirate from Tobelo”

Blog di WordPress.com.

Atas ↑